Senin, November 30, 2009

Pak Asyangar dan Kura-kura

Sambil berjingkat-jingkat Pak Asyangar meninggalkan kamar mandi yang terletak di pojok halaman belakang rumahnya. Handuk terlilit di lehernya sementara sarung dipakai sekenanya.
Pagi ini Pak Asyangar sengaja mandi pagi sebelum berangkat kerja. Biasanya sih nggak pernah mandi, cukup bersih2 ala koboi aja; gosok gigi, cuci muka doang dan ngelap ketek pakai singlet basah. Pak Asyangar memang terbiasa setelah pulang kerja atau sehabis menjalankan ‘kewajiban malam” baru mandi.

Jam 8 pagi beliau sudah harus berada di kantornya, di sebelah Balai desa. Rencananya mau mencoba sendiri internet komputer milik kelurahan yang baru datang. Komputer tersebut merupakan inventaris kelurahan yang di berikan oleh pemerintah untuk menunjang kinerja administrasi pemerintahan desa. Atas kebijaksanaan beliau dan di dukung secara aklamasi segenap staf kelurahan, maka komputer tersebut di letakkan di kamar kerja Pak Asyangar, mengingat unit yang diberikan termasuk memiliki spesifikasi sangat canggih, bisa buat mendisain pesawat katanya….. dan mereka merasa sayang kalau sampai dipakai banyak orang nanti bisa cepat rusak tust nya…hehehe….
Pak Asyangar sudah seminggu ini di ajarin oleh teknisi yang menginstalasi PC tersebut, sekalian di kursus singkat tentang internet. Sekarang Pak Ayangar boleh berbangga hati karena sudah memiliki memiliki akun email, facebook dan blogger...keren dah.....!

Sambil mematut diri di depan cermin lemari pakaian , Pak Asyangar merapikan baju seragam coklat keki nya, kumisnya yang lebat telah digunting rapi, rambutnya di oles pomade, di semprotkan sedikit parfum “Chanel No 5” palsu dari Batam pemberian mbak Ranee yang dia hadiahkan ke istrinya sebagai hadiah Ultah.

Setelah merasa mantap dengan tampilannya, kemudian Pak Asyangar beranjak ke meja makan. Sepiring nasi goreng dengan telor ceplok serta kerupuk udang telah tersedia. Masakan istimewa sang istri manakala malam sebelumnya telah mendapat ”rezeki”dari suaminya. Sembari ditemani istrinya, Pak Asyangar menyantap dengan nikmat sarapan nya. Bu Asyangar merupakan wanita ibu rumah tangga sejati yang begitu patuh dan menghargai suaminya. Selama ini rumah tangga mereka jarang sekali mengalami pertengkaran dan perselisihan rumah tangga, karena Pak Asyangar begitu baik, lemah lembut dan setia terhadap istrinya…..hehehe, demikian menurut pendapat Bu Asyangar yang selalu di ‘publish’nya dalam setiap arisan atau rapat dengan ibu2 kepala desa.

Selasai sarapan, Pak Asyangar menuju halaman depan rumah dengan di antar oleh sang istri, beliau kemudian menaiki dan menstart sepeda motor Honda GL Pro plat merah nya. Bu Asyangar melambaikan tangan sambil tersenyum bangga melihat betapa gagah suaminya dengan seragam keki di atas sepeda motor ber-pelat merah. Benar-benar suamiku begitu sempurna, pikirnya.

Begitu memasuki ruang kerjanya, Pak Asyangar langsung menekan tombol ‘On” PC nya, sejenak kemudian sambil membaca catatan kepek’annya dia membuka situs Google dan memasukkan akun nya. Kemudian dia klik “blogger”.
Pak Asyangar masih penasaran dengan suatu halaman Blogspot yang kemarin sempat di bukanya. Ceritanya saat dia hendak mencoba kehebatan mesin pencari google, iseng-iseng dia memasukkan kata kunci “kura-kura” yang kebetulan merupakan binatang yang cukup banyak berada di sekitar sungai sebelah balai desa. Setelah beberapa kali ganti halaman tentang kura-kura, mendadak muncul judul “Kura-kura dan Tiram” milik seorang Blogger. Waktu dia membuka situsnya dia menemukan beberapa posting tentang kura-kura, tetapi ternyata berbeda dari perkiraannya, karena judul2 tersebut merupakan posting tentang dialog seekor Kura-kura dengan temannya si Tiram.

Pak Asyangar mulanya tidak begitu antusias, tetapi setelah membaca beberapa posting tentang kura-kura dan Tiram tersebut, beliau menjadi penasaran, karena menurutnya kok mengingatkan hubungan dia dengan si Ranee....Memang jujur saja selama ini Pak Asyangar dapat memiliki semangat dan gairah hidup yang tinggi berkat “kedekatannya” dengan mbak Ranee. Dia bisa berdialog dari hati kehati secara bebas dan penuh perasaan dengan mbak Ranee, yang merupakan wanita yang paling di puja nya.

Pak Asyangar tidak berani kasih koment ke posting milik blogger tersebut, karena beliau menganggap si empunya blogspot tersebut orangnya aneh, agak psikopat. Posting2nya banyak yang seolah-olah menyangkut dirinya, walaupun menurutnya hal itu hanya merupakan kebetulan. Lagian menurutnya buat apa berhubungan dengan blogger yang psikopat.
Pak Asyangar merasakan itulah enaknya konek ke internet, bisa main kemana saja, apalagi sebagai blogger walaupun dia belum pernah posting, dia bisa jalan-jalan ke blog manapun, termasuk ke blog yang sekarang sedang di aksesnya. Sambil meng-klik tombol “Save”, Pak Asyangar mendownload posting tersebut. Rencananya mau dia ketik ulang dan diserahkan ke mbak Ranee…kekasih pujaannya.

Setelah sukses menjalankan misinya, kemudian Pak Asyangar membuka situs facebook, di ketiknya beberapa kata di "wall to wall". Sambil tersenyum puas disetelnya MP3, mengalunlah irama slow rock yang begitu dinikmatinya manakala dia sedang dihunjam rindu….:

“Nigts in white satin….never reaching the end.
Letters I’ve written……., never meaning to send.

Beauty I’d always missed with these eyes before.
Just what the truth is….., I can’t say anymore.

‘Cos I love you….., yes I love you…….,
Oh how I love you…”

……………………………………….(Moody Blues)

Pintu kamar kerja di ketuk tiga kali……perlahan terbuka, dan…..muncullah seraut wajah lembut mbak Ranee dengan membawa nampan. Segelas kopi Kapal Api dan pisang goreng kepok kuning kesukaan Pak Asyangar terhampar di hadapannya disertai kerling centil dan senyum manis mbak Ranee……sambil ber-ucap " makasih mas...udah nulis di fesbuk-ku"

Jumat, November 27, 2009

“Ghost” (reload)

Sehabis makan malam, kami ber-empat (aku, istri dan ke dua anakku ; si Tegar dan Titan) ngumpul di ruang keluarga. Aku asyik memasukkan foto2 dari Ponsel ke PC, nggak ketahuan kalau ternyata sudah penuh M-card nya, sekalian ngedit gambar2nya.
Sementara aku di depan PC, anak-istriku asyik ngobrol di depan TV…
Sambil lalu, aku sempat nguping…gini loh..:

Tegar : Ma…aku tadi pulang sekolah nonton 2012 lagi, kebetulan temanku punya download nya dari internet.
Istri : O ya mas…bagus juga gambarnya?
Tegar : Gambarnya kecil tapi lumayan jelas kok…., Cuma suaranya yang payah…beda banget kalo dibanding nonton di bioskop.
Istri : Ya iyalah mas..namanya juga download, gratisan kan…?
Titan : Ma…, mas Tegar kok suka banget nonton film ya…? Kenapa sih…?
Istri : Nggak tau itu dik…kayaknya memang mas mu itu suka nonton film, asal….. bintang film nya cantik…gitu aja…hihihi..
Tegar : Huuu…mama gitu sih…memangnya nggak boleh apa liat orang cantik?
Istri : Looh…boleh2 aja mas…liat orang cantik, contohnya papa mu itu…diam-diam suka ngliatin foto2 nya si “Aura Kasih” di PC..hihihi….
Titan : Nggak Cuma Aura Kasih ma…papa juga nyimpen foto2 nya Miyabi…! Aku pernah liat di Laptop nya papa…!
Tegar : Adik ini loh…itu kan nggak boleh kamu liat….itu kan film buat 17 tahun ke atas tahu….!
Titan : Aku nggak liat film nya kok mas…aku cuma liat fotonya , cuma satu…nggak porno kok…..
Istri : iya…iya…mama juga tahu kok…kayaknya pernah jadi bahan posting blog nya papa mu itu.
Tegar : Eh Ma,….mama suka nonton film action? Yang banyak tembak-tembakannya …?
Istri : Wah…! Mama nggak suka…nggak kuat, terus deg-degan rasanya….
Tegar : Terus mama suka nya nonton film apa…?
Istri : kalau mama sukanya nonton film2 roman …atau drama keluarga mas….
Titan : Emang film roman apa yang mama paling suka ma…?

Istri : Ho-ho….dari dulu sampe sekarang yang paling mama suka ya film “Ghost”…. Bintang nya si “Demi Moore”….Orangnya cantik…lembut….rambutnya di Poni. Tahu nggak kalian…dulu mama pertama kali nonton ya berdua dengan papamu …..mama sampe nangis loh…..terharu. Kalian waktu itu belum ada…kita masih pacaran waktu itu….
Tegar : Asyik doonk….eh, papa itu suka nonton film yang bintang nya cantik ya…?
Istri : Hehehe……papamu itu suka nya nonton film2 nya James Bond….dari dulu itu mas….
Titan : Waah…jangan-jangan papa naksir cewek-ceweknya James Bond tuh ma…..
Istri : Ah…enggak…setau mama, papamu cuma naksir satu bintang film kok mas….ya yang main di film “Ghost” itu….
Tegar : Waaahh….Ketahuan nih……kalau papa naksir sama “Demi Moore”…hayooo…pasti karena mirip mama waktu muda yaaa….hayooo……
Istri : Bukan mas….papa mu itu naksir yang main jadi dukun-nya…….si “Whoopi Goldberg”….!
Aku : Asseeemm…iik… di kerjain nih….!

Selasa, November 24, 2009

Tunjuk aja…..Yaank.....

Masih setengah jam lagi perjalanan menuju rumah kami yang di Kopeng.
Sudah 1 tahun ini kami berdomisili di kota Solo. Hari Sabtu sore merupakan hari yang paling di tunggu saat kami “pulang kampung” untuk menikmati hari libur yang singkat, yah…hari Minggu, hari dimana kami sekeluarga bisa sejenak melepaskan diri dari ke ribetan rutinitas sehari-hari. Udara yang sejuk dan rumah yang besar membuat kami merasa lega, merasa nyaman untuk mau “ngapain aja” tanpa kuatir menganggu tetangga kiri-kanan-depan dan belakang rumah.
Seperti biasa lalu-lintas saat Sabtu sore selalu tidak pernah lancar, biasanya truk pengangkut pasir dan truk tronton lah penyebab tersendatnya arus lalu-lintas, di tambah medan jalan yang kebanyakan berupa tanjakan. Tapi bukan masalah buatku, yang penting mantap dan harus berani meliuk-liuk untuk menyalip dan main hajar saat kondisi lalu-lintas kebetulan “free”.

Menjelang masuk kota Boyolali, aku menurunkan kecepatan mobil karena di depanku berderet deret mobil, maklum masuk lajur dalam kota sih…
Mendadak…..Bbruuuummmmm!!!!...... dari arah sebelah kiri mobilku melaju kencang satu sepeda motor dengan suara yang memekakkan telinga. motor itu langsung menggunting laju mobilku untuk kemudian menyalip dari arah kanan mobil lain di depanku . Seketika aku menginjak rem dan membanting stir ke kanan, “ Busyeet….kurang ekor…!!! dasar preman…@#%@@...!!!” sumpah serapah langsung meluncur dari mulutku memaki sepeda motor gila yang melaju kesetanan di tengah kota. Sebentar saja motor itu sudah meliuk-liuk lenyap dari pandangan mata, mengasapi kendaraan dibelakangnya dan pasti meninggalkan sumpah serapah dari mobil2 yang disalipnya…”Edan banget itu biker…!”.
Belum selesai aku memaki-maki…istriku malah tertawa kecil sambil menyentuh lenganku, katanya “Udahlah Pa…emang kamu nggak kayak dia kalau naek sepeda motor… hihihi….”. Sambil mendengus kujawab “ Ya memang aku doyan ngebut Ma…tapi nggak se gila dia di tengah kota, kaya di kejar setan aja itu biker..!”. Istriku melanjutkan “ Pa…tahu nggak motor tadi itu apa…?” Sambil mengingat-ingat ….” Ahh…aku lupa ma…kayaknya motor jelek, udah tua, knalpotnya aja yang di bobok jadi suaranya keras banget”. Lanjut Istriku sambil mengecilkan suara CD “ Itu motor Honda CB Pa…persis motormu waktu jaman kuliahmu dulu…ingat nggak…? Kalau aku mana bisa lupa sama motor begitu…hihihi…”.

Aku terhenyak, sejenak pikiranku melayang ke masa 20-an tahun yang lalu….” He-eh Ma…itu memang motor persis sama dengan Honda CB 100 tahun 70’an punyaku dulu…hahaha…masih ampuh juga itu motor….padahal udah lebih 30 tahun umurnya…gilee beneerrr….”. Istriku melanjutkan “Eh.., tahu eggak motormu dulu itu motor yang paling jelek di fakultas kita Pa….hihihi…padahal teman2mu pada pakai Honda Astrea, GL Pro, RX King, malah banyak juga yang bawa mobil kalau kuliah…kamu pede banget pake motor CB butut itu…itu motor hasil lelang kantor Bapakmu kan….inget nggak?” . Aku tersenyum mendengar omongan istriku…” Iya Ma…hebatnya lagi motor itu pernah ku tinggal di parkiran fakultas selama 1 minggu, ku tinggal pulang ke Purwokerto tanpa di kunci stang…memang udah nggak ada kuncinya, dan ternyata tetap utuh tanpa ada yang cacat waktu aku balik lagi ke Semarang …hahaha….Benar2 motor yang nggak diminati maling, hebatnya lagi kalo di rem mendadak, lampu depannya langsung lepas coplok , nggantung gitu…hahaha….benar-benar motor aneh…Apalagi kalo’ di isi bensin ketengan pinggir jalan yang di campur minyak tanah malah larinya tambah kenceng….!”. Aku tertawa terpingkal-pingkal sendiri mengingat kekonyolan motor bututku itu. Motor itu memang hasil dari lelangan kantor Bapakku, aslinya plat merah, di beli 150 rb, terus buat ngurus surat, cat ulang, dll, abis 100rb, jadi total 250 rb. Aku pake motor itu selama 6 tahun sampai lulus kuliah. Motor itu pulalah yang menjadi sarana pendukung dan juga pelengkap derita selama aku kuliah dan berpacaran dengan cewek yang saat ini duduk di sebelah menemaniku menyetir. Istriku dulu cuek2 aja, nggak malu kalau berboncengan denganku, aku sendiri tidak punya rasa minder dengan motor itu, walaupun kadang jadi bahan ejekan teman2 kuliah. Bahkan motorku pernah di nobatkan sebagai motor paling jelek di seantero fakultas….hahaha…lha wong aku punya’ nya ya cuma itu. Ku lirik istriku masih mesam-mesem…mungkin berpikiran sama juga denganku..mengenang motor bututku itu.

Melewati pertengahan kota, kami berhenti sejenak menunggu lampu trafik menyala hijau. Istriku terbangun dari lamunannya dan berkata “ Pa…inget nggak waktu dulu kita boncengan brenti di trafik perempatan jalan Gajah Mada....itu loh…yang di sebelah kirinya ada dealer Mobil Honda...?. Kujawab ” Hmmm.....iya, aku ingat dealer mobil Honda itu Ma...terus kenapa...?”. Istriku sambil tersenyum ” Kamu waktu itu bilang , ”Yank...kamu pengin mobil sedan Honda yang mana....tunjuk ajaaa...”. Aku kaget waktu papa bilang gitu...tapi aku jadi geli aja mendengar keseriusan suaramu pa...terus aku bilang, ” emang kenapa...buatku enakan naek motor butut ini, bisa sambil meluk kamu....”, terus papa nyambung ” Enggak apa-apa kok yaaank...yang penting tunjuk aja...ntar aku tinggal manthuk2 (angguk2) aja....hihihi”.
Aku ketawa getir....ternyata istriku masih ingat kisah konyol itu, boncengan pake motor honda butut bersanding dengan pajangan sedan2 mewah Honda....sama-sama Honda sih....Cumaaa....Hahaha.......mengenaskan!

Memang manakala duit jatah bulananku sudah mulai menipis, malam minggu kami hanya diisi bersepeda motor keliling kota Semarang sambil jajan tahu petis, yang murah meriah. Kami sering bergurau mentertawakan keprihatinan ini, manakala berada pada situasi yang gempita dengan silau iming2 kemewahan. Apakah ini suatu bentuk dari mekanisme pertahanan diri untuk mempertahankan ego, atau cuma omongan sambil lalu orang yang sedang prihatin...?, yang jelas gurauan seperti itu selalu diikuti dengan canda tawa dan hembusan nafas lega kami berdua....Hehehe.....