Selasa, September 07, 2010

Srex Asyangar dan Lebaran


Srex sekeluarga beserta Pak Asyangar, Bu Asyangar dan Mbak Ranee mengucapkan terimakasih atas terjalinnya persahabatan yang begitu indah bersama dengan sahabat2 Blogger semuanya.

Pada kesempatan yang baik ini, kami keluarga besar SrexAsyangar memohon maaf yang sebesar-besarnya bilamana posting2 di Blog ini menyinggung perasaan atau menimbulkan rasa tidak nyaman di hati para sahabat sekalian, itu semua hanya merupakan sekedar bentuk curahan hati dan fantasi belaka.

Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
Tulusnya jiwa membuka pintu maaf
Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Selamat Hari Idul Fitri 1431 H

Salam,
SrexAsyangar & Fam

Senin, September 06, 2010

Stephen Hawking, sang Ilmuwan yang Ateis

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942; umur 68 tahun), adalah seorang ahli fisika teoretis.

Ia adalah seorang profesor dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum

Lepas dari kecerdasannya yang luar biasa sebagai ilmuwan theoritis dengan menciptakan banyak theori tentang kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking dan keadaan fisiknya yang menderita kelumpuhan akibat penyakit ALS (sklerosis lateral amiotrofik).

Hawking ternyata seorang Ateis….Hawking menyatakan bahwa ia "tidak religius secara akal sehat" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum."

Hawking membandingkan agama dan ilmu pengetahuan pada tahun 2010, menyatakan: "Terdapat perbedaan mendasar antara agama, yang berdasarkan pada kewenangan, [dan] ilmu pengetahuan, yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang bekerja."

Maaf Profesor…saya mengormati dan salut atas reputasi ilmiah anda, tapi dalam hal religiusitas saya tidak respek dengan anda. Mungkin kami harus menunggu pernyataan anda dari alam baqa untuk mendengar anda mengakui bahwa “Takut (hormat) akan Tuhan / Allah adalah permulaan dari segala ilmu pengetahuan…? ”.
…dan ini akan menjadi penemuan anda yang terbesar….dan terakhir…..

Rabu, September 01, 2010

Pidato Bung Karno dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia

(Menyikapi pidato EsBeYe)


Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda[6], amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.
Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[8] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah, berikut ini:


Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.



Sumber : klik disini