Senin, Maret 22, 2010

Wanita & Kulit (susu) yg Putih


Hari Jumat kemarin jam 9-10 pagi merupakan jadwalku untuk mengisi acara semacam ‘talkshow’ di suatu stasiun Radio FM di kota Solo. Topik siarannya bisa bermacam-macam. Memang acara ini biasanya dinikmati oleh ibu2 rumah tangga, jadi tidak heran acara tsb banyak di respon oleh kalangan ibu rumah tangga, walaupun pada kenyataannya profil yg mengirim SMS dan Calling bermacam-macam.

Topik yang kubicarakan kemarin adalah mengenai Osteoporosis. Acara diawali dengan sedikit kata pengantar dariku, kemudian setelah diselingi iklan dilanjutkan dengan menanggapi komen yang masuk, ……..persis kayak orang nge-blog aja…hehe….

Ada seorang Ibu berusia 50 tahun yang mengaku sudah meminum Susu merek “A” Selama 5 tahun, tapi kok ya tetap aja keropos tulangnya, bahkan sekarang kena sakit batu ginjal. Ku jelaskan bahwa Tulang baru akan menyerap kalsium kalau tulang mendapat beban/stress dalam bentuk gerak fisik/olahraga/exercise. Lha…ternyata ibu ini Cuma rajin minum susu “A” tapi sehari-hari duduk manis di depan TV nonton sinetron….akhirnya kalsium yg masuk tak akan diserap di tulang, malahan terkumpul di Ginjal dan menjadi Batu.

Ada lagi yg nanya tentang susu apa yg paling baik dan banyak mengandung kalsium, sebenarnya semua susu mengandung kalsium, tidak ada yang paling baik, semua baik, tinggal harga, kemasan dan gengsinya nya saja…hahaha….. Seorang Bapak bertanya, ‘apakah osteoporosis menyebabkan impotensi?’…hehehe….tentu saja tidak, karena laki2 baru mulai mengalami gejala osteoporosis setelah umur 60-70 th>. Jadi impotensinya karena memang hormon testoteron sudah menurun, sekaligus berbarengan dengan kejadian osteoporosisnya.

Sebenarnya Osteoporosis merupakan keadaan yang tanpa gejala dan keluhan selama belum ada komplikasi seperti terjadinya perubahan postur tubuh menjadi lebih bungkuk dan lebih pendek pada usia lanjut. Bahaya terbesar dari Osteoporosis pada adalah resiko terjadinya patah tulang yang mudah terjadi pada ‘manula’,dengan akibat yang bisa mengancam jiwa akibat perdarahan hebat atau infeksi.
Pertanyaan berikutnya, Bagaimana sih cara mencegah osteoporosis…? Ostoporosis tidak bisa dicegah, karena merupakan proses alamiah, hanya kita dapat berusaha untuk meperlambat proses nya saja. Sehingga kita dapat lebih lama menikmati kondisi tubuh dengan tulang yang sehat dan kuat, sehingga dapat menjalankan “activity daily living / ADL” dengan lebih lama dan tenang.

Faktor apa saja yang menyebabkan Osteoporosis…? Sebenarnya dapat di bagi dua, yaitu (1) Primer ; usia, ras, jenis kelamin. (2) Sekunder ; gaya hidup kurang sehat; jarang olah raga, kurang paparan sinar matahari, kegemukan, merokok, alcohol, pengobatan tertentu dalam jangka lama, bed rest lama, asupan gizi yang kurang memadai, dll
Khusus untuk sinar matahari, sebenarnya yang diharapkan adalah sinar UV-B, terbaik pada sekitar pukul 7-9 pagi. Fungsinya adalah membantu proses pematangan pro-vitamin D menjadi Vitamin D, yang nantinya vit D akan berberan pada proses penyerapan kalsium dan remodelling tulang oleh sel2 osteoklas. Jadi…bisakah dipertanggungjawabkan kalau informasi pariwara mengatakan seolah-olah kulit putih tampak lebih cantik tetapi kenyatannya kurang sehat….? Lalu untuk apa memakai krim anti sinar matahari…? Supaya kulit nya tambah putih…? Atau supaya tulangnya makin keropos besok2 nya….?

Wah…wah..Begitu hebatnya pengaruh iklan di media masa, sampai wanitapun “berani” mengorbankan kekuatan tulangnya demi memperoleh kulit yang putih dengan menghindari sinar matahari dan memakai produk penolak sinar matahari…..Begitu mudahnya menguras duit para wanita untuk membeli produk susu “A” demi memperoleh kalsium tinggi, padahal selama kita makan cukup gizi dan rutin jalan kaki 20-30 menit setiap hari, syukur2 dilakukan pagi hari , sudah i cukup untuk menjaga kekuatan tulang kita.
Yah…macam-macam pertanyaan para pendengar, bahkan disela-sela jeda pariwara, si penyiar cewek yang kebetulan baru wisuda, kebetulan sedikit manis, sedikit sexy, sedikit putih, sedikit mancung, sedikit gaya, tapi banyak bicara… nyeletuk ; “Berarti saya beresiko tinggi kena Osteoporosis dong….kerja di ruang ber AC, tanpa kena sinar matahari, banyak duduk… masih pakai cream pemutih wajah masih ditambah sunblock-sunscreen”….

Memang kita harus mengakui bahwa, populasi anak, ABG dan ibu rumah tangga merupakan lahan subur bagi para produsen untuk memasarkan produknya dengan mempromosikan secara “timpang”, tanpa menghiraukan adanya keseimbangan informasi. Buat profesiku, sangat sulit untuk meng-counter nya karena alasan kepentingan bisnis/ekonomi selalu memenangkan segalanya…..

Jumat, Maret 19, 2010

Perang Bintang si Psikopat

Hari-hari terakhir ini kota Solo diguyur hujan lebat tiap hari. Sering terpikir kemungkinan terjadi bencana banjir besar yang menenggelamkan sebagian besar wilayah kota Solo sekitar dua tahun yang lalu. Sore tadi sehabis pulang kerja kusempatkan mampir ke tempat cuci mobil, biar dicuci bersih terutama kolong mobil. Memang sudah sebulan ini aktifitasku mencuci mobil hanya terbatas mencuci body luarnya aja, karena toh tiap hari harus diguyur hujan dan melewati genangan air.

Sambil duduk diruang tunggu yang nyaman bersama dengan beberapa orang lainnya, kami menonton siaran TV yang disediakan. Acaranya ya itu2 aja…membosankan, aku lebih suka mengakses berita dari koran online, macam “detic.com atau kompas.com”.
Mendadak ditayangkan wawancara dengan seorang mantan petinggi Polri yang menyatakan adanya makelar2 kasus dijajaran Mabes nya. Haha….kenapa baru sekarang dia mengungkapkannya yaa…? Terkesan dia seperti seorang pahlawan pembela kebenaran dan keadilan. Memang itu baik, tetapi menurutku pasti ada maksud lainnya selain demi penegakan hukum. Entah apa motifnya, yang jelas opini masyarakat pasti cepat sekali terbentuk. Akan ada reaksi pro dan kontra terhadap sikap si mantan petinggi Polri tersebut.

Aku masih ingat, beberapa bulan sebelumnya dia begitu dicaci maki gara2 mengeluarkan istilah “Cicak-Buaya”, sampai atasannya harus meminta maaf kepada publik. Perseteruannya terhadap “orang” KPK mengakibatkan munculnya dukungandi FaceBook terhadap si “Cicak” dengan jumlah lebih dari 1 juta member. Benar2 luar biasa, dan dukungan tersebut membuahkan hasil positif. Sii “Buaya” pun menuai kritikan pedas, sampai akhirnya si petinggi Polri tersebut dicopot dari jabatannya.
Namun sekarang situasi malah jadi terbalik. Si”Buaya” benar2 menunjukkan kekuatan rahangnya, atasannyapun tidak berani mencolek dia, apalagi menangkapnya, bahkan opini massa pun berbalik mendukungnya, persis seperti pahlawan, bahkan ada opini yang mendukung si “Buaya” untuk menjadi ketua KPK. Benar2 luar biasa….!


Aku lantas berpikir, nampaknya batas antara seseorang dengan predikat” Penjahat/bajingan dan Pahlawan” sangatlah tipis, begitu mudah untuk berganti posisi. Ataukah.....sebenarnya Pahlawan dan Penjahat merupakan sisi yang berbeda dari satu koin uang…? Entahlah….aku merasa perlu pemahaman yang lebih mendalam lagi tentang filsafat. Namun sepertinya aku punya pendapat bahwa seorang pahlawan maupun penjahat besar, biasanya adalah orang2 cerdas yang memiliki kepribadian psikotik, atau bisa dikatakan mereka adalah orang2 Psikopat. Mempunyai kemampuan mempengaruhi pikiran dan mengerakkan orang banyak, menggalang opini dan emosi, memiliki ambisi tersembunyi, berpenampilan santun tetapi sebenarnya kejam dan buas.

Sejarah dunia mencatat tentang orang2 hebat, seperti : Jengis Khan, Napoleon B, Hitler, Stalin, memang menunjukkan mereka adalah orang2 cerdas dan Psikopat…..Mungkinkah dunia ini memang membutuhkan keberadaan orang2 seperti itu...?, tetapi tentunya demi kebaikan dan kesejahteraan seluruh umat manusia.....bisakah...?

PS: Hati-hati terhadap air mata buaya......tetapi lebih berhati-hatilah terhadap air mata cicak…..karena bila cicak sampai ber-air mata, maka itu bukanlah cicak…..

Minggu, Maret 14, 2010

NGOPI….MINUM KOPI…

Enggak biasanya hari Minggu ini aku bangun kesiangan, biasanya jam 4-5 pagi udah melek siap2 menjalankan ritual, apalagi kalo’ bukan belanja ke pasar pagi Salatiga,berburu iwak laut…hmmm.
Sambil merapatkan jaket tebal aku berjingkat ke kamar mandi buat membasuh wajah dan gosok gigi, ku lirik thermometer yang tergantung di dinding dekat toilet….14 derajat….belum yang paling dingin, biasanya malah sekitar 10-an derajat C. Selanjutnya aku turun ke dapur yang terletak di lantai bawah. Paling enak minum kopi , apalagi masih ada cadangan kopi KingKong kiriman Blogger keren bin Jomblo dari Pangkal-Pinang, Mr Psycho….hehehe….mantap benar rasa kopi kingkong. Harum aroma kopi nya tidak setajam kopi Kapal Api Special atau kopi dari kebunku sendiri yang selama ini kuminum, tetapi rasa kopi ini di lidah dengan komposisi yang sama antara kopi dan gula, kopi cap Kingkong memang terasa lebih pekat, dan lebih mantap secara keseluruhan.

Bukan promosi loh….Keluargaku adalah penikmat kopi sejati. Sudah bermacam-macam jenis kopi kami nikmati, mulai dari kopi Aceh yang mengandung ganja, kopi Sidikalang, kopi Tarutung, kopi Palembang, Kopi lampung, sampai kopi produk dari Jawa, Bali, Sulawesi bahkan Kopi Timor-Timur….Untungnya kami memang mempunyai banyak kenalan teman sejawat , juga saudara2 yang tersebar dari ujung ke ujung. Kami juga memiliki kebun di daerah Bedono-Ambarawa yang ku tanami Kopi sejak 10 tahun yang lalu, sudah panen 6 kali . Tapi memang harus ku akui….belum ada yang mengalahkan mantapnya rasa kopi Kingkong ini.
Memang soal rasa itu sangat relatif, buat penikmat kopi yang lain mungkin mempunyai kopi favoritnya sendiri, dan buatku itu sah-sah saja seperti halnya keluargaku yang akhirnya menyerah dan mengakui kalau dari semua kopi yang pernah kami nikmati, kopi Kingkong memang juaranya….hahaha
Dari bermacam literatur ilmiah maupun popular, sering dituliskan bahwa kopi dapat menyebabkan banyak penyakit seperti Darah tinggi, Jantung, Ginjal , kanker dan sebagainya. Memang buat yang menderita penyakit macam itu sebaiknya jangan minum kopi, tetapi kalau buat yang sehat2 saja dan selalu rajin menjaga pola hidup sehat maka rutin meminum kopi tidak masalah, toh masih lebih banyak faktor lain yang lebih dominan sebagai penyebab penyakit2 metabolik dan keganasan, seperti kualitas air minum yang buruk, lingkungan keseharian yang polutif, pola makan instan/fast food, juga faktor keturunan, stress dan usia.
Jadi kesimpulannya…? Buat yang suka, silahkan ngopi aja….nikmatilah kopi sebagai minuman sehat meyenangkan dan berkhasiat. Kopi mengandung Caffein yang merupakan suatu zat stimulan, suatu zat pembangkit semangat (antidepressant), membangkitkan ‘mood’ yang positif.
Semoga dengan ngopi kita bisa lebih produktif dan bersemangat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Ngopilah secara sehat dan cerdas, jangan ngopi sambil tidur…..ntar basah ……hehehe