Rabu, Desember 09, 2009

Kado…kado….kado

Disadari atau tidak, kita semua pasti merasakan suatu sensasi “tertentu” manakala mendengar kata “kado”...iya kan...? suasana gembira, suka cita pernah kita alami manakala kita mendapatkan kejutan berupa kado atau cendera mata dari seseorang, atau sekelompok orang. Apapun tujuan pemberian kado tersebut, dan apapun bentuknya…pasti akan memicu rasa ingin tahu kita tentang siapa pengirimnya. Bahkan walaupun kita sudah jelas-jelas tahu siapa pengirimnya, kadang masih saja kita belum percaya….mungkin karena senangnya.

Begitu juga bila kita memberikan atau mengirimkan kado kepada seseorang, tentu kita berharap si penerima akan menerimanya dengan suka cita. Karena tujuan pemberian kado tersebut adalah sebagai bentuk “perhatian” terhadap orang yang kita kirimi kado.

Kado yang kita terima atau kita kirim memang kebanyakan bersifat pribadi, biasanya di sertai dengan ucapan2 dan doa-doa pengharapan yang baik, misalnya saat peristiwa ulang tahun, perayaan pernikahan, sunatan , kenaikan jabatan atau mungkin untuk memperingati hari-hari besar tertentu. Bisa kita bayangkan betapa kado kadang merupakan bentuk nyata dari kehadiran “seseorang” , walaupun orang tersebut mungkin berada di tempat yang jauh. Buat kita kehadiran dirinya dalam bentuk kado yang dikirimkannya dapat menjadi pengobat rasa rindu, rasa sayang dan rasa kedekatan-kebersamaan.


Bentuk (isi) dari kado yang kita kirim maupun yang kita terima memang tidak ada aturan yang pakem,bisa berupa makanan, bunga, pernik2 perhiasan, dll, yang jelas pemberian tersebut harus dilandasi dengan rasa ikhlas. Pada dasarnya apapun dapat kita kirimkan sebagai kado…asal sesuai dengan situasi, kondisi dari penerimanya. Apakah kita harus membalas kiriman kado dari seseorang..? itu juga tidak harus dilakukan, karena tidak semua kado harus di balas dengan kado, kadang ucapan terimakasih pun sudah cukup.

Uniknya, pemberian kado bisa juga di pakai sebagai ajang untuk saingan memperebutkan cinta seseorang, entah dari keunikannya, atau mungkin harganya, atau juga keindahannya. Itu wajar dilakukan oleh seseorang untuk memikat lawan jenisnya. Strategi ini memang ampuh, dan sudah terbukti memang benar-benar mustajab…..beberapa dari kita pernah melakukannya kan…?.hehehe…

Saat SMA, aku pernah memperebutkan cinta seorang gadis, teman sekolah.

Malam Minggu,
Sainganku mengunjunginya dengan membawa seikat mawar merah….wow…romantis…!

Minggu pagi,
Aku datang dengan membawa seikat kepiting…..hmm…..lebih realistis….!
Dan....aku yang menang...xixixi......



Ps: ada pengalaman berkesan tentang kado...?

Sabtu, Desember 05, 2009

Putus ………..

Baru saja aku melepas sepatu OR ku sepulang jalan pagi, tak kala ponsel ku berbunyi “tut-tut” sambil bergetar. Waah….baru jam 5 pagi udah ada email masuk nih….ah pasti komen dari blogger atau fesbuk….eh waktu ku lirik sekilas kok email biasa, tumben pagi-pagi……Pengirimnya <#xxxx89@gmail.com>, subyek ; konsultasi.
Waktu ku baca, begini :

“Selamat pagi.
Mohon waktu untuk bertemu, karena saya ingin berkonsultasi mengenai problem yang saya hadapi, akhir-akhir ini semakin membuat kacau aktifitas saya sehari-hari.
Sebelumnya saya perkenalkan diri dahulu :
Nama saya : Yoske. (disamarkan, srex)
Sex : perempuan
Usia : 23 tahun
Status : single
Pekerjaan : Kuliah Semester VII di Fakultas ’x” Universitas ”Uxx” (disamarkan,srex).
Saya mengetahui alamat email anda dari blog dengan artikel yang pernah anda tulis sekitar 1 tahun yang lalu, tentang ”Perkawinan”.
Kebetulan saya berdomisili di kota yang sama. Seandainya anda tidak bisa menemui saya, perkenankan saya untuk konsultasi via email.
Mohon balasannya.
Wassalam......
Yoske. ”

Hemm...Sambil menarik nafas panjang aku berkata sendiri ” mudah2an bukan konsultasi perjodohan lah....kalau soal itu aku bukan ahlinya, biar ku balas aja dan konsultasi via email juga kayaknya lebih praktis”.

Memang bukan kali ini saja ada orang yang mengirim email berkaitan dengan posting2 ku, yang paling banyak adalah yang berkaitan dengan postingku tentang ”santet”...bahkan sampai sekarang masih aja ada yang kirim email berkaitan dengan santet....hehehe....tapi ya mau gimana lagi...itu udah konsekwensi dari mem’publish’ tulisan..... ya kudu berani jawab...ya enggak.

Nah buat posting tentang ”perkawinan” itu, sebenarnya cuma tulisan ala kadarnya hasil dari opini2 pribadiku sendiri, jadi bukan merupakan suatu tulisan hasil dari riset/penelitan atau merupakan kopi-paste artikel2 milik orang lain.

Setelah beberapa kali berbalas email dengan mbak Yoske akhirnya terkuak masalahnya. Si Yoske sedang mengalami ”sindroma patah hati”,ditandai dengan pikiran bingung dan kacau, sulit tidur, nafsu makan hilang, haid tak teratur, mual-mual, leher tegang , kepala pusing,dan suasana hati sedih terus. Padahal saat ini dia sedang dalam tahap akhir menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusannya. Betapa kacau nya dia, justru menjelang akhir kuliah dia harus menghadapi kenyataan diputus oleh pacarnya karena harus menikahi wanita pilihan orang tua nya. Mereka sudah berpacaran selama dua tahun, dan hubungan mereka katanya sudah ”jauh”.Sebenarnya masalah ini klasik sekali, mungkin ada juga beberapa di antara kita yang mempunyai pengalaman tentang masalah ini, entah pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Tapi masalah si Yoske lebih parah lagi karena sang pacar adalah anak lelaki dari salah satu ”Dosen pembimbing skripsi ” nya........

Ini yang membuatku ikut prihatin , karena sebenarnya ada dua masalah besar, yaitu masalah dia putus dengan pacarnya dan masalah dia berkaitan dengan skripsi nya. Jujur saja aku tidak bisa memberi saran yang mampu menuntaskan masalah ini, karena yang jelas si Yoske merasa tidak sanggup untuk meneruskan skripsi dan kuliahnya lagi. Waduuuhh.....gimana nih, sudah kehilangan pacar...masa’ masih harus kehilangan kesempatan meraih gelar S1 nya...efek samping yang berat memang. Pada prinsipnya sih aku menganjurkan dia untuk menomor satukan skripsinya dahulu dengan berusaha sementara mengabaikan masalah putus dengan pacarnya. Tapi yang paling menyakitkannya adalah sebentar lagi pacarnya akan menikahi wanita itu.
Sampai email yang ke 7, diakhir surat dia bertanya : Apakah sebaiknya saya ambil cuti dahulu?
Hmm.....belum ku balas...jujur saja aku tidak punya kata-kata bijak untuk melegakan hatinya.
Ada saran...?

Kamis, Desember 03, 2009

Mbak Ranee dan mulut - bibir yang indah

Kamar itu berukuran 3 x 2,5 meter, berlantai plester semen dan berdinding papan, plafon dari lembaran triplek yang dipakukan pada kayu usuk. Terdapat jendela yang mengarah ke halaman samping, dengan kain korden motif kembang berwarna merah jambu. Di sudut kamar terdapat almari pakaian terbuat dari plastik, dan di dinding dekat jendela terletak dipan berukuran sedang, tempatnya beristirahat malam hari melepaskan lelah setelah seharian berjualan di warung kopinya.

Mbak Ranee baru saja selesai mandi, jam 4 pagi tadi dia sudah bangun dan kemudian ke dapur untuk menggoreng pisang dan panganan lainnya. Biasanya membutuhkan waktu paling tidak 2 jam untuk mempersiapkan semua keperluan dagangannya. Kopi Kapal Api special, gula pasir, gula kelapa, susu krimmer, susu skim, panili, teh celup Sosro, coklat bubuk wind mollen semua sudah lengkap tersedia. Nanti tinggal dia campur sebagai aneka kopi istimewa racikan spesial mbak Ranee.

Pagi ini mbak Ranee merasakan bahwa dirinya begitu nyaman, begitu segar dan sehat. Disapukan bedak ke pipinya dan diberinya perona merah dengan tipis. Mbak Ranee memiliki bentuk wajah oval, dengan kulit yang putih bersih sehingga dia tidak perlu memakai bedak terlalu tebal, cukup di sapukan tipis2 saja. Hidung nya yang mancung dan bibir tipis nya merupakan bagian wajahnya yang paling menarik. Mbak Ranee menyadarinya bahwa dia sebenarnya memiliki wajah dan bentuk tubuh yang tidak kalah dengan artis “Aura Kasih”….Cuma nasibnya saja yang berbeda, dia cukup menerima bekerja sebagai pemilik warung kopi di sebelah Balai Desa.

Sudah berjalan dua tahun usaha warung kopinya, dan pelanggannya tidak hanya orang2 kelurahan tetapi juga anak2 sekolah dan orang2 yang kebetulan ada urusan dengan kelurahan. Bahkan akhir2 ini banyak juga sopir2 maupun pemuda2 yang meluangkan waktunya untuk menikmati kopi mix racikan mbak Ranee. Dia menjual kopi nya dengan harga bersahabat. Untuk segelas kopi hitam dia kasih harga Rp 1500,- sedangkan untuk yang kopi-krimer Rp 2000,-, untuk racikan istimewanya yaitu Mokacino dan Starbak ala mbak Ranee (meniru merek Starbucks yg pernah di bacanya di iklan koran) dijual Rp 3500,; per gelasnya. Justru kopi Starbak-mbak Ranee inilah yang paling laris. Sehari bisa dia jual antara 20-30 gelas kopi Starbak , belum kopi yang lainnya. Kelihatannya sih dagangannya sepele saja, tetapi ternyata mbak Ranee dalam sehari kerja dapat memperoleh keuntungan bersih sampai 100 ribu perak. Uang yang didapatnya di tabung dan sebagian untuk membeli keperluan2nya sebagai perempuan muda.

Pak Asyangar sebagai Kepala Desa menyukai kopi Kapal Api hitam biasa dengan tiga potong pisang goreng kapok kuning. Mbak Ranee sudah begitu hapal tentang racikan kopi kegemaran Pak Asyangar terutama komposisi kopi dan gula nya, bahkan cara menyeduhnya pun pak Asyangar beda, dia selalu minta supaya kopi tersebut di seduh dengan air panas mendidih di atas saringan. Jadi buka kopi tubruk seperti biasanya. Mbak Ranee menyukai cara menyeduh kopi ala Pak Asyangar, justru bermula dari itu lah maka timbul benih-benih cinta diantara mereka.

Hubungan mereka sudah berlangsung hampir satu tahun ini, dan selama ini berjalan dengan aman2 saja. Walaupun sebenarnya mbak Ranee lebih suka kalau dia di lamar sekalian dan di jadikan istri ke dua Pak Asyangar, tetapi dia belum sampai hati untuk memintanya, lagian dia kawatir dan takut dengan kemarahan dari Bu Asyangar.Biarlah semua berjalan apa adanya dulu…demikian pikiran mbak Ranee.

Polesan lipstick baru saja dirasakannya sempurna, warna merah muda dengan sedikit lipgloss…mmmm…mbak ranee tersenyum senang, dia selalu suka memakai lipstick pemberian Pak Asyangar, oleh2 waktu pulang dari jalan2 ke saudaranya di Natuna sana, sekalian mampir ke Singapore untuk wisata.


Diperhatikannya mulut dan bibirnya yang indah. Sejenak kemudian mbak Ranee berbicara dalam hati “ Bibir dan mulutku memang begitu indah” , dia tersenyum lebar dan melanjutkan “ Akan ku jaga baik-baik agar dapat selalu tetap indah. Sedetik kemudian mbak Ranee mengatupkan kelopak matanya, dia teringat dengan salah satu kalimat dalam surat cinta yang pernah di berikan pak Asyangar kepadanya “ Keindahan dan kecantikan baru bermakna kalau dapat memberikan kebahagian bagi orang2 di sekelilingnya”. Mbak Ranee terkesan dengan kalimat itu. Kemudian sambil menyisir rambutnya mbak Ranee berkata lagi “ Tentunya apa yang keluar dari mulut seseorang juga akan menentukan indah atau buruknya seseorang….ahh…aku harus selalu berhati-hati dalam berbicara…., tidak boleh asal “ngecap”….orang 2 akan menilai diriku justru dari apa yang keluar dari mulutku, omongan yang menyakitkan tak ubahnya dengan meludah….”. Mbak Ranee menimbang-nimbang sebentar apa yang baru di pikirnya……, Kemudian sambil tersenyum malu mbak Ranee berkata “ Demikian juga dengan apa yang masuk kedalam mulut kita….xixixi…” sambil mengingat pertemuan rahasianya dengan Pak Asyangar tadi malam di keremangan balai desa.