Sabtu, Mei 29, 2010

Kuman “Biji Kopi”….Neisseriae sp

Waktu menunjukkan pukul 11.30, saat mbak Winda asistenku mengetuk pintu dan masuk ke ruang kerjaku. Diletakkannya se-bundel berkas “MR” (medical record). Ku amati sepintas cukup tebal, berarti client yang sudah lama. Di halaman pertama MR terdapat selembar surat rujukan dari teman sejawat seorang ObsGyn (ahli kandungan). Ku baca dengan seksama, isinya menerangkan identitas client, diagnosis penyakitnya dan permohonan penanganan lebih lanjut.

Kemudian ku minta mbak Winda untuk mempersilahkan si client masuk ke ruanganku. Beberapa detik kemudian masuklah seorang perempuan berpenampilan rapi, memakai celana panjang berwarna coklat muda, memakai gaun batik berwarna ungu dengan corak kembang2. Sebut saja nama dia “Bunga”. Dari keterangan surat rujukan tertulis usianya 21 tahun, pekerjaan Mahasiswi (masih kuliah) dan beralamatkan di kota ini juga. Dengan diagnosis “PID “. Sambil tersenyum manis mbak Bunga mengucapkan salam, dan kubalas salamnya sekalian berjabatan tangan. Sambil berbasa-basi mengenai cuaca hari ini, ku amati penampilan mbak Bunga. Kesannya dia tidak kesakitan, bahkan tingkah lakunya terlihat sangat wajar, kontak dan pengertian yang baru terjalin bisa dipertahankan dan berlangsung kondusif. Selintas hidungku mencium aroma wangi parfum yang lembut..hmmm…kayaknya parfum yang mahal dan ber merek nih….Kemudian pembicaraan beralih ke masalah yang dihadapinya.

Mbak Bunga belum menikah, masih kuliah semester VII di suatu fakultas di Universitas yang cukup terkenal di kota ini. Dia mengeluh sudah satu bulan mengalami rasa tidak nyaman (discomfort) di perut bagian bawah. Tadinya dia pikir karena gangguan Haid belaka, dimana sering mengalami keputihan (fluor albus) beberapa hari setelah haid berhenti. Tetapi ternyata sampai 10 hari pasca Haid, keputihan tersebut tidak mereda, bahkan semakin banyak, dibarengi dengan rasa gatal, panas dan nyeri di area sekitar kemaluan dan perut sebelah bawah. Mbak Bunga kemudian berobat ke dokter terdekat dan dinyatakan menderita penyakit infeksi vagina “Vaginitis”, mendapat resep antibiotika dan analgetika yang kuat.
Setelah diminum selama tiga hari memang keluhan mereda,namun dua hari kemudian kambuh lagi, bahkan disertai dengan rasa nyeri yang amat sangat dan suhu badan yang tinggi. Mbak Bunga kemudian dilarikan oleh keluarganya ke UGD Rumah Sakit tempatku bekerja, kemudian di rawat di bangsal Ginekologi (penyakit kandungan), Setelah dilakukan pemeriksaan Roentgen pelvis, USG lower abdomen, dan pemeriksaan Laboratorium PA (patologi anatomi, PK (Patologi klinik) didapatkan kesimpulan bahwa mbak Bunga menderita Adnexitis (infeksi pada daerah sekitar indung telur dan saluran2nya). Dari hasil lab di temukan beberapa spesies jamur dan kuman. Untuk yang kuman ditemukan kuman jenis Coccus sp dan Neisseriae spesies….atau dikenal di kalangan medis sebagai kuman berbentuk biji kopi.

Jidat-ku berkerut….., mbak Bunga mengaku belum menikah, berarti merupakan kontra indikasi (larangan keras) bagi dokter untuk melakukan “VT” (vaginal thoucher/pemeriksaan dalam melalui vagina) dan pemeriksaan “inspeculo (menggunakan alat speculum / cocor bebek) sehinga informasi yang didapat adalah dengan tidak langsung melakukan pemeriksaan dalam secara fisik ke organ Vagina dan Uterus /rahim).

Yang lebih mengagetkan lagi adalah kuman Neisseriae sp ( kuman berbentuk biji kopi) mayoritas adalah kuman N.gonorrhoe (GO ) , kuman ini termasuk dalam golongan kuman “STD/sexually transmitted diseases/kuman yang ditularkan melalu hubungan sex)atau lebih terkenal sebagai kuman penyakit kelamin, lebih popular lagi sebagai penyakit kencing nanah(kalau pada laki2).

Bukan merupakan tugasku untuk menghakimi mbak Bunga, atau kemudian memandang rendah atau jijik terhadapnya, karena kami memang sudah di sumpah untuk semata-mata menolong dan menyembuhkan dia. Persoalan latar belakang mbak Bunga mendapat penyakit “kotor” seperti ini bagiku hanya sekedar informasi belaka untuk menegakkan diagnosis. Urusan dosa, moral dan sebagainya sementara di kesampingkan dulu, ada pihak yang lebih berkompeten untuk menangani masalah itu. Disamping itu Aku jelas tidak bisa dan tidak pada tempatnya kemudian menuduh bahwa mbak Bunga berbohong, sudah tidak perawan, atau mbak Bunga sudah melakukan sexual intercourse dengan laki / perempuan yang membawa bibit penyakit kelamin tersebut, karena aku (kami) menghargai privacy seseorang client. Biarlah kami memiliki kesimpulan tersendiri terhadap hasil pemeriksaan2 yang telah didapat.


Setelah menjalani pengobatan di RS, plus berobat jalan selama 2 Minggu, ternyata keluhannya belum tuntas 100%, masih dirasakan kemeng dan nyeri di perut bawah. Kemudian dilakukan pemeriksaan USG ulang, hasilnya mbak Bunga penyakitnya berkembang menjadi PID (pelvic inflammatory disases / Penyakit peradangan rongga pelvis), berarti penyakitnya berkembang, dimana infeksi / peradangannya semakin meluas, walaupun infeksi di tempat yang semula sudah teratasi. Dibutuhkan suatu terapi khusus berupa Diathermi (pemanasan dalam) dengan menggunakan alat khusus, guna merangsang proses penyembuhan dengan menggunakan mekanisme non farmakologi (non obat), dimana diharapkan suatu mekanisme imunitas seluler dan humoral akan bekerja lebih efektif untuk mengatasi reaksi peradangan tersebut. Terapi ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu, tergantung berat ringannya penyakit.

Mengenai informasi lengkap dan mendetail tentang mbak Bunga, hanya boleh diketahui olehku dan mbak Bunga , karena terikat oleh sumpah dan rahasia jabatan.Yah begitulah teman-teman…sedikit cerita tentang masalah yang “sering” kuhadapi dalam keseharianku.

Kamis, Mei 27, 2010

Sea Cucumber & Cucumber

Sudah Empat hari kota Oslo di guyur hujan terus menerus. Membuat beberapa aktifitas rutinku jadi berantakan. Aku dan Istri biasa melakukan ritual Bersepeda malam atau jalan pagi sekeliling komplek , berhubung banyak genangan air dan kadang masih hujan gerimis, akhirnya terpaksa di pending dulu.

Kemarin sore aku ngajak anak-istri makan malam di luar rumah, kebetulan dapat info dari teman tentang RM (rumah makan) Chineese-Sea food yang asli, nggak bo’ong2an. Karena di kota Solo ini banyak tempat makan, bahkan yang mengaku resto makanan China dan masakan laut tapi rasanya aneh, karena telalu Manis, dan betul2 pake bumbu Jawa. Padahal seharusnya nggak begitu. Mending makan Gudeg atau ayam bakar aja kalau kepengin masakan yang manis. Padahal aku dan keluargaku adalah penggemar masakan Laut yang serba pedas dan cenderung asin.

Seperti Biasanya bila kami mau menilai kwalitas masakan RM chineese-sea food, selalu di mulai dengan menu standar yaitu : Cap Jay, Mie Goreng, Sapo Tahu-sea food, dan Cumi/udang goreng saus tiram.
Dari ke empat menu standar tersebut bisa dinilai kayak apa racikan Sayur, Ikan/daging, bumbu, dan saus. Lengkap nggak, atau malah pelit dan nggak enak…hehehe….

Penyajian tidak harus banyak sekali, yang penting penuh, dan bahannya lengkap. Seperti contoh Masakan SAPO TAHU-sea food. Ini suatu masakan Sup kental yang berisi tahu kering beserta makhluk penghuni laut laut macam udang, cumi, teripang, dan ditambah paprika hijau/merah, juga jamur, di olah dengan bumbu khas China,disajikan di mangkuk tertutup dalam keadaan panas....mmmm....yummy...


Bicara soal Teripang, tentunya para sobat sudah pada tahu, Teripang adalah makhluk laut berbentuk silinder, nama lainnya adalah Timun Laut (Sea cucumber) ...hehe….
Timun Laut (Teripang) ternyata memiliki banyak khasiat…selain menambah kenyang , berdasarkan penelitian memiliki kandungan dalam kadar tinggi zat-zat berikut :
Protein, Kolagen, Mineral, Mukopolisakarida, Glucasaninoglycans (GAGs), Antiseptik alamiah,Chondroitin, Omega-3, 6, dan 9, Asam Amino.

Zat2 tersebut dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit (imunitas), meningkatkan stamina tubuh dan vitalitas sexual, dan menghambat proses penuaan. Sehingga tidak heran bila Timun Laut selalu menjadi bahan masakan yang penting bagi masakan Chineese sea food.

Bagaimana hal nya dengan Timun biasa…? Ahh….kayaknya para wanita-Ibu2 sangat mengerti “khasiat” nya…antara lain ya dibikin ”Acar”…ya kan…?....xixixi….

Selasa, Mei 25, 2010

Jalan Rahasia Bu Asyangar…..Ooohhh…!!!!


Sambil melangkahkan kaki dengan hati2, Bu Asyangar menyusuri bebatuan karang nan tajam, dirasakan panas dan nyeri menusuk nusuk telapak kaki , tapi tak dihiraukannya. Sambil memegang erat tas kain yang di jinjingnya Bu Asyangar tetap meneruskan perjalanannya, …hmm……masih setengah jam lagi menjelang pukul 12 malam.
Malam bertambah larut, dilangit kelam tampak Bulan kemalu-maluan mengintip sebagian, memancarkan cahayanya yang pucat. Angin berhembus lirih mencuit-cuit menyapu sekujur tubuhnya yang menggigil….debur ombak pantai Selatan tak henti-hentinya menghajar tepian karang…laksana melecutnya untuk semakin cepat menuju tempat rahasia …yang angker…yang selalu di kunjunginya bilamana dia sedang gundah-gulana…karena ada maunya.

Sambil menhela nafas panjang tanda kelegaan dan untuk sejenak melepas penatnya, Bu Asyangar duduk bersimpuh di pinggiran pantai,di teluk yang berombak tenang beralaskan pasir hitam dan kasar. Dibelakangnya menjulang tinggi tembok karang nan kokoh yang tak beraturan, erat memeluk tubuhnya. Tampak cercah ombak2 kecil berwarna putih ….. Sekarang dihadapannya terhampar bentangan nan luas Samudera Hindia Selatan …………..
Bu Asyangar bersimpuh…menengadahkan wajahnya……menghadap ke laut. Percikan ombak berulang kali menggerayangi lutut,paha dan pangkalannya……. tak dihiraukan…., dirinya mematung, menyatu dengan kelam dan heningnya debur ombak pantai yang membahana.

Sesaat kemudian di katupkan ke dua telapak tangannya, dengan perlahan di angkatnya kedua tangkup tangannya yang kedinginan ke atas kepalanya,ditatapnya dengan nanar kegelapan laut di hadapannya….air mata menitik disudut matanya, mengalir…meleleh ke pipinya….sebentar kemudian tampak bibir Bu Asyangar merekah, terbukalah mulutnya…dan kemudian mengalunlah serangkaian kalimat serupa mantera ….

“ Ooo….Laut yang Perkasa….Bukalah Pintumu…….
Ooo…Laut yang Perwira….Bukalah Hatimu…..
Aku datang…aku datang……”


Diulanginya kalimat2 mantera tersebut sebanyak tiga kali……Beberapa saat …semenit…suasana mendadak mati. Tak Ada angin berhembus….tak ada ombak berdebur….permukaan laut setenang kaca, bayangan pucat bulan terpantul sempurna…detik jam serasa berhenti, putaran waktu terpuntir dan ……diam……bisu.

Setitik air air mata Bu Asyangar jatuh kepasir…dan bersamaan pula…air Laut dihadapannya perlahan terbelah….makin lama semakin lebar dan menjorok kedalam. Kilatan-kilatan air dan ikan penghuni lautan tampak disisi dinding laut….Terhamparlah di hadapannya….jalan rahasia, yang tersimpan di alam maya….tergerai lapisan sutera berwarna hijau……kemudian………………….

Sesosok makhluk ………berkain hijau ………berselempang keemasan, ……tampak melangkah dari dasar samudera…menyusuri jalan sutera yang membelah samudera…begitu anggun, dengan langkah ringan melayang….di atas kepalanya terhias mahkota emas bertahtakan ratna mutu manikam…berkelip-kelip laksana bintang…menghiasi wajah cantik, bermata coklat, berhidung mancung, berbibir merah delima merekah, rambut hitam panjang terburai sepanjang pinggang………….Kanjeng Nyai Roro Kidul….Sang Ratu Penguasa Laut Selatan.

Tanpa Kata…tanpa sapa….Kanjeng Nyai mendekat……..
Disentuhnya pundak Bu Asyangar…..
Seperti kilatan cahaya menyambar dari tangan Kanjeng Nyai….Bu Asyangar tersengal…serasa tercekat nafasnya….diihatnya seraut wajah yang begitu cantik,indah,aristokratis dan…… mengerikan…kerlingan mata yang membekukan jiwa ….dan….. senyum yang mematikan hati….

“Aku datang mengucap salam….Apa Kabar Kanjeng Nyai….…”
Sebentuk suara nan bening…mengiris….terucap…” Aku baik…”
Sembari menarik nafas pajang Bu Asyangar melanjutkan…” Apa kah mbak Ranee….Kanjeng Nyai setujui…?”
Makhluk cantik itu menjawab “ Aku setuju…”
Sambil menegakkan pundaknya Bu Asyangar melanjutkan….”Apakah suamiku bisa cepat naik pangkat menjadi Camat …..Nyai….?”
Kanjeng Nyai menjawab “ Ya….tak lama lagi…”
Bu Asyangar tersenyum bahagia, berkata “ Terima kasih Nyai…Apa yang harus kulakukan selanjutnya…?”
Nyai Roro Kidul menjawab “ Biarlah apa adanya….saat Ranee dan suamimu akan berhubungan, panggil namaku tiga kali…….. aku akan segera menyatu…….menitis ke tubuh Ranee….”

Sambil menyeka air mata lega, Bu Asyangar melanjutkan…” Adakah syarat lain yang harus kulakukan Nyai…?”
Kanjeng Ratu Kidul tertawa lirih…….sesaat terdiam…dan katanya…” Pulanglah….minggu depan bawakan aku Pisang dan Timun yang besar……Jangan lupa…… iPad terbaru dengan Prosesor 1 GHz-apple A4, flash drive 64 Gb”


Bu Asyangar : “ Baik Kanjeng Nyai….saya mohon pamit….semoga suamiku Pak Asyangar cepat naik Pangkat…terimakasih Nyai…..”.
Kanjeng NYai: “ Ok…pulanglah…..hati-hati…jangan sampe kena garuk Dansatpol PP…ndan-Srex….”.
Bu Asyangar : “ siyap Nyai….Permisiiiii……”.

ps: Maaf....hanya sekedar imajinasi,tak ada maksud untuk menyinggung perasaan siapapun......

Minggu, Mei 23, 2010

Alasan Bu Asyangar....

Hari Minggu ini cuaca kebetulan cerah. Enggak seperti minggu kemarin saat Pak Asyangar dan ke dua istri nya asyik masak2 dan makan malam bertiga dalam suasana yang romantis.

Sambil menikmati se cangkir kopi starbak buatan Mbak Ranee istri muda nya, Pak Asyangar di pijiti punggung nya oleh istri seniornya Bu Asyangar....asyiik...
Suasana taman dibelakang rumah mereka begitu teduh..semilir angin menyapu lembut wajah dan rambut Pak Asyangar yang hitam lebat menyembunyikan usia nya yang asli...
Bu Asyangar berkata "Mas...kamu senang dengan keputusanku memilih Ranee jadi istri ke dua mu...?".
jantung Pak Asyangar berdegup kencang...tapi tampak tenang mengatasi gejolak di hatinya..."Bu...aku senang siih...tapi tetep aja masih belum mengerti alasan utama mu menjadikan Ranee istri keduaku...bukankah itu sama aja dengan kamu dimadu Bu...apa kamu bener2 rela...? Ada orang ke tiga di antara kita...?".
Bu Asyangar sambil membetulkan rertsleting P. Asyangar menjawab dg lembut..." Mas...sebenarnya aku tadinya mau marah...saat kamu pulang membawa Timun malam itu, tadi nya ku kira kamu sudah jenuh dan bosan denganku...dengan pelayananku...apalagi aku sebenarnya sudah tahu perselingkuhanmu dengan Ranee dari dulu, aku sering meng-intip permainan kalian berdua di balai desa...membuatku panas-dingin..pengin ngamuk...tapi kok lama kelamaan aku malah jadi menikmati pertunjukan yang kalian lakukan ...xixixi...".

Pak Asyangar terkejut mendengar jawaban istrinya...diusap kumisnya dengan tissue..."Loh...jadi alasan utama mu apa bu...?".
Bu Asyangar mencubit pantat P.Asyangar sambil ketawa....dijawabnya " Mas...orang menikah itu kan susah senang dilakoni bersama.., katanya kudu se iya-sekata, kudu kompak...biar rumah tangga tetap utuh dan bahagia...makanya kalo' mas bisa enak2 dengan Ranee, aku juga kudu bisa ikut-an...jadi sama2 senang nya sama2 enaknya lah...gitu loh....jadi aku berusaha jadi istri yang baik...yang berbakti pada suami....kalo kudu Poligami...yaa...biarin ajaaa....pokok nya enjoy ajah....xixixi...aw..!!.."
Pak Asyangar : Hehe....sip...siiipp.....

Kamis, Mei 20, 2010

"Lomba Menggambar"...kok gitu sih...?

Aku enggak habis pikir, kenapa masih saja ada orang / sekelompok orang yang tega nian melakukan perbuatan yang menyakiti hati ummat beragama lain. Terkait dengan lomba menggambar di FB & Youtube. Nggak perlu kusebutkan secara rinci. Kita semua bisa mengetahuinya dengan nge-browse di Google dengan cukup dua atau tiga kata kunci.

Apa sih alasan 'mereka' mengadakan lomba macam itu...? Mau mencari sensasi..? Meng-olok2 tokoh suci...? Atau balas dendam..? Ahh...jangan2 mereka memang berhati iblis yang penuh dengki dan iri hati.

Bangsa kita, rakyat kita, sudah kenyang dengan provokasi2 yang mendiskreditkan agama2 yang diakui disini. Tidak sedikit korban dan air mata yang tertumpah, banyak penderitaan yang ditimbulkannya. Janganlah usik lagi kerukunan antar umat beragama di negara ini...di dunia ini. Biarlah kami masing2 beribadah menurut keyakinan kami, agama yang kami anut masing2.

Apa yang telah 'mereka' perbuat justru menunjukkan bahwa 'mereka' dan 'simpatisan'nya memang orang yang tak berke'Tuhan'an...orang2 yang hanya menuruti nafsu keduniawian belaka, orang2 yang tidak layak dijadikan teman...
Biarlah karma dan takdir yang akan memusuhi mereka........semoga...

Selasa, Mei 18, 2010

Pak Asyangar masak Rendang

Setelah mengunci sepeda motor dinas GL-Pro nya, Pak Asyangar berjalan masuk melewati gerbang pasar. Pasar Kliwon merupakan pasar tradisional yang merupakan pasar tertua dan terbesar di Kecamatan itu. Pak Asyangar sebagai Lurah sudah mengenal seluk beluk pasar Kliwon, sejak dia masih kanak-kanak.

Hari sabtu ini, merupakan hari libur dinas, kantor tutup, segala urusan kelurahan dikerjakan oleh Pak Sekdes. Tadi malam sehabis maen “dokter2-an” dengan Bu Asyangar dan mbak Ranee, mereka sepakat mau mengisi hari libur Minggu dengan masak – masak. Bu Asyangar kepengin masak Oseng2 Kangkung-Cumi, mbak Ranee mau masak Tahu Isi daging. Naah…Pak Asyangar sekalian mau masak yang istimewa buat ke dua istri nya….masak “Rendang - ala Asyangar.” Sekarang saatnya belanja ke Pasar..asik..asyiiikkk....

Resep Rendang Asyangar :
1. 1 Kg daging sapi (bagian Paha)
2. 2 butir kelapa tua, diparut sekalian
3. ¼ kg cabe merah keriting
4. 1 Ons bawang merah
5. ½ ons bawang putih
6. Jahe, Lengkuwas, Jintan, Kemiri, ketumbar, merica : Secukupnya, digiling halus.
7. 5 batang serai, daun jeruk dan asam kandis,daun salam.: secukupnya.

Cara memasak :
1. Daging di potong se ukuran ½ kotak rokok, cuci bersih dan ditiriskan.
2. Kelapa di buat santan kental 2 liter, yang encer ½ liter.
3. Semua bumbu di blender jadi satu, kecuali lengkuwas, asam,daun jeruk,salam dan sereh.
4. Daging +bumbu+Santan di jadikan satu di wajan dan dimasak dg api sedang, tambahkan garam dan gula secukupnya.
5. Setelah agak asat dan berminyak, daging terasa empuk, berarti rendang sudah matang, ber-aroma khas Rendang…hmmm..yummy…yummy….

Dimeja makan di iringi alunan musik dan lembutnya suara Momo “Geisha” . Tampak terhampar rapi hidangan: Oseng cumi-kangkung, Tahu isi daging dan sepiring besar Rendang. Pak Asyangar duduk di tengah, di sebelah kiri-nya berpakaian pesta berwarna hijau, Bu Asyangar yg tampak begitu berselera menyaksikan makanan dihadapannya. Disebelah kanan Pak Asyangar duduklah mbak Ranee dengan mengenakan gaun berwarna pink dan pita warna hijau…tampak ceria dan terlihat bibirnya basah merasakan kenikmatan dalam senandung cinta diruang makan itu.

Pak Asyangar begitu bahagia, begitu bangganya…terasa indah dan nyaman hidup nya…..
Di suapinya Bu Asyangar dengan nasi rendang..... kemudian berikutnya mbak Ranee disuapin juga dengan nasi rendang.
Kemudian silih berganti Bu Asyangar dan Mbak Ranee menyuapi pak Asyangar dengan masakan buatan mereka……Ahh….Beautiful day……Asyangar family..…Apa kata dunia...?...hehe

Minggu, Mei 16, 2010

Dokter kok Teroris ...? , Pak Asyangar bertanya

Dokter Diduga Teroris Mantan Ketua IDI Lebak
Selasa, 11 Mei 2010 21:10 WIB
Lebak (ANTARA News) - Dokter Syarip Usman yang diduga terlibat jaringan terorisme dan ditangkap di Hotel Sofyan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/5) lalu, adalah seorang mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Lebak, Banten.

"Saya tahu dia sama-sama dalam kepengurusan IDI," kata Kepala Puskesmas Mekarsari Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dr Imbar, Selasa.

Imbar mengatakan, dirinya tidak mengetahui persis aktivitas keseharian Syarip di luar kegiatan IDI karena kesibukannya masing-masing.
Imbar mengaku mengetahui penangkapan ketua IDI masa bakti 2005-2010 oleh aparat Densus 88 itu setelah membaca media massa.

"Saya hanya merasa prihatin juga sesama teman seprofesi," katanya.

Meskipun berteman dalam kepengurusan IDI, Imbar mangakui tidak begitu akrab dengan Syarip yang dikenalnya sebagai orang yang tertutup.
Begitu pula teman-teman lainya tidak begitu dekat karena dia selalu menjauhkan diri.

"Saya tahu dia itu orangnya baik, sopan dan taat beragama," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak H Maman Sukirman mengatakan bahwa dr Syarip Usman pernah menjadi Ketua IDI periode 2005-2010.
Selama menjadi ketua IDI, dokter Syarip Usman sangat baik dan sering berkerjasama dalam menggelar bakti sosial seperti pengobatan massal maupun sunatan massal.

"Saya sama sekali tidak menyangka dia itu diduga terlibat jaringan terorisme," kata Maman yang mengenal Syarip sebagai pribadi yang baik dan agamis.

Sementara Isyu (48), seorang pengojek yang sering mangkal di depan kediaman Syarip Usman di Jalan Kartini Rangkasbitung, mengaku selama beberapa hari terakhir ia belum bertemu dokter Syarip Usman.
Biasanya, kata dia, setiap pagi dia buka praktik dan banyak pasien yang berobat, namun sekarang rumah berlantai dua itu sepi dan pagarnya tertutup rapat.
Saat ini, rumah kediaman Syarip Usman hanya dihuni oleh tiga pembantu rumah tangga.

"Selama ini saya tidak ketemu lagi dia setelah adanya penangkapan Densus 88 itu," katanya.

Ia menambahkan, selama tiga tahun dia tinggal di Jalan Kartini Rangkasbitung tidak bergaul dengan masyarakat dan selalu menutup diri.
Warga hanya mengetahui dia seorang dokter dan buka praktek pengobatan.

"Saya kira dia itu masuk kelompok pengajian di luar daerah karena setiap pekan selalu pergi ke Jakarta," katanya.
(ANT/S026)

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua orang yang diduga teroris dan tewas dalam pengejaran polisi di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Selasa (9/3/2010), diketahui menginap di rumah dokter Fauzi. Warga mengatakan, keduanya dalam beberapa hari terakhir menginap di rumah dokter Fauzi di Gang Asem.
"Beberapa hari kemarin saya emang liat. Nginepnya di rumah dokter Fauzi," kata seorang warga Gang Asem.
Ia mengatakan melihat kedua orang pria dan wanita itu beberapa kali di rumah dokter Fauzi. Dokter Fauzi diketahui bekerja di Pemkot Tangerang Selatan.

Teroris Suka Istri dari Fakultas Kedokteran
Jum'at, 12 Maret 2010 - 11:27 wib
Thomas Joko - Okezone
SEMARANG - Ada kecenderungan unik dalam kehidupan pernikahan para teroris. Mereka suka menikah dengan perempuan yang kuliah di fakultas kedokteran, terutama di Universitas Diponegoro Semarang.

Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Dr. Soejoto PAK mengatakan kebenaran informasi tentang istri Dulmatin yang bernama Istiada pernah kuliah di fakultas kedokteran.

"Ya memang benar bahwa Istiada pernah kuliah di Fakultas Kedokteran Undip," terang Soejoto ketika ditemui di ruang dekan, Kamis 11 Maret 2010.

Kebenaran itu merujuk pada keterangan pegawai Tata Usaha sub bagian akademik Fakultas Kedokteran Undip.

Istiada kuliah sampai semester delapan dengan IPK sementara 2,25. Dia masuk pada 1987 dan keluar 21 Februari 1991. Nomer Induk Mahasiswa Istiada G001873019."Di zaman itu IPK 2,25 tergolong biasa-biasa saja," ujarnya.

Istri pentolan teroris Imam Samudera yang bernama Zakiyah juga sempat mengenyam pendidikan di FK Undip. Dia hanya kuliah sampai semester enam dan memiliki IPK sementara 2,17. Zakiyah masuk tahun 1990 dengan NIM G001903630.

"Kedua mahasiswi itu keluar dengan tanpa keterangan yang jelas," kata Soejoto.

Seorang buronan kasus teroris lain, Maruto Jati Sulistiyono juga diketahui memiliki istri seorang dokter bernama Tri Utami. Dokter yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Wonotunggal, Batang Jawa Tengah ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) 2002.

Maruto sendiri pernah tercatat sebagai mahasiswa di fakultas kedokteran di kampus Unisula. Namun Maruto hanya kuliah hingga semester VI dan keluar pada 2004. Maruto dan Istrinya disebut pernah menolong Noordin M Top setelah lolos dari penyergapan di Wonosobo.


PS:
Sambil melipat kertas koran, Pak Asyangar berkata dalam hati :
"Kenapa yaa...
Apa karena profesi dokter sudah tidak menarik lagi...?
atau Karena Profesi dokter sejalan dengan terorisme...?
apa kurikulum kedokteran ada kuliah terorisme...?
atau....kenapa...?...kok bisa.....?...kok mau...?
Katanya profesi dokter untuk menolong dan membantu sesama manusia demi kemanusiaan tanpa membeda-bedakan Suku, Agama, Ras, Golongan....Ahh.....KACAU....."
Kemudian pak Asyangar menyruput Kopi Starbak nya....setelah itu di letakkan cangkir kopinya....Pak Asyangar kemudian meninggalkan teras dan masuk kedalam rumah....sambil berseru..." Buu...Ranee...ayo kita maen dokter-dokteran...."
hehe...

Jumat, Mei 14, 2010

Oli ku Fastron

Mau cerita yang ringan soal aktifitas ku hari Kamis yang kebetulan merupakan hari libur. Karena tanggung buat ambil cuti ditambah anak2 pas nggak musim liburan jadi kami habiskan saja di rumah. Anak2 juga kayaknya malas mau pergi keluar rumah, katanya mending fesbukan sama maen game on line…Ok dah..aku izinkan tapi cuma sampai tengah hari. Sementara istri asyik di dapur bikin sponge cake.

Aku sendiri berencana mau “ngolong”. Ini sebenarnya istilah yang ku buat sendiri manakala ada waktu luang buat merawat mobil kami. Terus terang aja aku termasuk orang yang nggak begitu mantab dengan perawatan rutin yang dilakukan oleh mekanik bengkel, kalau hanya soal perawatan rutin seperti ganti oli ,cek mesin dan memeriksa kolong mobil aku lebih suka melakukan sendiri. Ke bengkel kulakukan kalau sudah ada tanda2 nggak beres, walaupun itu kejadian yang jarang sekali terjadi.

Kami memiliki tiga buah mobil pribadi. Terdiri dari MPV, Sedan dan City car. Mobil yang biasa kupakai sehari-hari adalah yang sedan, sedangkan istri dan anak-anak menggunakan city car. Buat yang MPV malah jarang keluar, biasanya kami gunakan manakala mau bepergian keluar kota, atau membawa barang yang berukuran besar atau berbobot lumayan berat, juga manakala kami setiap hari Sabtu-Minggu pulang ke rumah kami yang di Kopeng buat bersantai sejenak melepaskan penat pikiran setelah beraktifitas seminggu di kota Oslo.


Hari ini kebetulan jatah mengganti Oli mobil Sedan, aku biasa menggantinya dengan oli sintetik Pertamina - Fastron SAE 10W-40. Begitu juga buat mobil yang lainnya, begitu jatah servis + oli gratis dari dealer habis, maka oli standart pabrik ku ganti dengan Fastron. Pengalamanku selama ini, oli pertamina lah yang terbaik untuk mobil di Indonesia…memang kenyataannya begitu. Apalagi untuk yang seri Fastron, terasa beda banget, start lebih cepat, tarikan lebih ringan dan pemakaian bensin lebih irit. O ya…oli Fastron memang direkomendasikan buat mobil2 keluaran baru, sudah injeksi, pake catalytic converter dan minimal memenuhi standar emisi Euro-2. Harganya per gallon sekitar 165-200 ribu, tergantung kita beli di mana, kebetulan aku punya kenalan “client” pemilik Pom bensin, dia ngasih harga 165 rb, dan dijamin oli nya asli.

Pemakaian oli fastron kalau menurut rekomendasi dari milis Pertamina bisa sampai 15 ribu KM untuk mobil sehat dan pemakaian normal, tapi aku biasa menggantinya setiap 10 ribu KM. Kalau kita ngikuti aturan bengkel2…wah…mereka menganjurkan ganti oli setiap 5 rb KM. Yah..menurutku itu pemborosan, malah kesannya mencurigakan, jangan2 olinya nggak beres…kok nggak berani sampai 10 atau 15 ribu Km…?...iya kan…….

Beda lagi buat motor Honda Tiger Revo ku, motor itu malah lebih cocok kalau memakai oli Pertamina biasa (murah) yaitu Mesran Super SAE 20-40. Pernah ku coba menggunakan Oli mesran Prima dan Fastron, ternyata malah tarikannya kurang responsif, terasa kopling nya selip. Mungkin terlalu licin, karena mekanisme kopling motor itu tipe basah, dimana kopling direndam dalam oli. Selain itu ternyata mesin Motor2 Honda yang diproduksi di Indonesia (seri GL Pro-Tiger), masih menggunakan teknologi kuno, bodi nya aja yang modern. Sehingga lebih cocok menggunakan oli biasa, bukan yang sintetik.

Begitu teman-teman ceritaku tentang hari libur Kamis kemaren. O ya… posting ini bukan untuk promosi oli Pertamina atau menjelekkan merek lain…sama sekali bukan, Cuma sekedar berbagi pengalaman aja….hehe…

Selasa, Mei 11, 2010

Kumis Pak Asyangar

Pak Asyangar menyruput kopi nya..."ahh...nikmat betuuull...kopi nya...", di seka nya ampas kopi yg menempel di kumis nya yang indah. Pak Asyangar memang sangat bangga dengan kumisnya, salah satu bagian tubuhnya yang paling di banggakan...dan diandalkan..hehe... Entah mengapa dirinya selalu menganggap bahwa kalo jadi laki2 macho ya harus berkumis. Entah sudah berapa banyak perempuan yang jatuh hati pada nya..dan semuanya selalu memuja kumis nya yang indah.
Mbak Ranee, selingkuhan nya pun sangat menikmati rasa geli-gimana gitu kalo 'tersentuh' kumis Pak Asyangar. Yah...begitulah Asyangar, seorang lurah yang selalu tampil penuh pesona dengan kumis nya yang hitam lebat dan rapi.

Diingatnya kejadian semalam dikamar tidur, Pak Asyangar berbincang dengan istrinya, begini..."Bu...kenapa sih dulu kok kamu mau jadi pacarku...?" Jawab Bu Asyangar " karna kamu ganteng berkumis mas...". Pak Asyangar tersenyum lebar,makin penasaran.., lanjutnya..."Kok mau juga jadi istriku Bu...?". Jawab Bu Asyangar sambil melepas tali beha nya "karna kumis mu mas,bikin aku melayang.,jauuh....". Pak Asyangar berkibas-kibas 'ekor'nya..." Terus kalo sekarang kok masih tetap setia sama aku...?" Jawab Bu Asyangar sambil merebahkan tubuhnya..." Karna...apa yaaa....
mungkin karna mbak Ranee mas....". Mendadak lunglai ekor Pak Asyangar...." Kenapa Bu...kok nyebut2 Ranee...?".
Bu Asyangar tersenyum mesra...ucap nya " Mas...jangan dikira aku bodoh, memang aku perempuan rumahan, aku numpang hidup dengan mu,tapi aku tahu betul kelakuan2 mu, bahkan selingkuhmu dengan Ranee pun aku tahu...tapi aku bisa apa...? Aku cuma perempuan tak berdaya, tanpamu aku bukan apa-apa...aku cuma ingin kamu jujur...itu saja mas....". Pak Asyangar terdiam mematung, serasa lepas sendi2 nya....tak berdaya....

Sambil menatap suami nya Bu Asyangar berkata lembut "Mas...jujurlah padaku...kamu mencintai Ranee kan...?". Pak Asyangar hanya bisa mengangguk lemah...pasrah, bibirnya terkatup rapat...pucat pasi...
Lanjut Bu Asyangar sambil membetulkan posisinya " Mas...kenapa jadi diam..? kamu kangen dengan Ranee...?". Pak Asyangar tak berkutik...kumis nya tampak terpuruk...tanpa jawab...hanya anggukan lemah....".
Bu Asyangar tersenyum lembut....kemudian Bu Asyangar menepuk tangan dua kali...plok...plok...!
Terbukalah pintu kamar tidur...perlahan...Pak Asyangar terbeliak mata nya...masuk lah ke dalam kamar mereka...mbak Ranee....tampak sexy..dengan pakaian mini....
Kumis Pak Asyangar langsung berkibar...hehe...

Jumat, Mei 07, 2010

Kenapa dilarang....?

Kemarin malam aku dapat email dari rekan sejawat yang kebetulan sedang menempuh pendidikan program doktoral (S3) di bidang medis di suatu negara Eropa.
isinya begini (sudah ku edit dan kupersingkat):

Dear Srex,
Aku mau tanya, apakah di tempatmu bekerja di izinkan bagi wanita muslim untuk memakai jilbab...? Bagaimana pula dengan para 'client' di tempatmu bekerja...apakah mereka ada yang keberatan dengan wanita yang ber jilbab...? Di negara tempatku belajar, sedang terjadi situasi yang tidak mengenakkan, karena adanya peraturan yang melarang wanita muslim mengenakan jilbab, entah itu di sekolah2, Universitas maupun di tempat bekerja. Banyak alasan yang di kemukakan berkaitan dengan pelarangan tersebut. Akibatnya istriku yang kebetulan muslimah ber jilbab menjadi tertekan dan mengalami keterbatasan (isolasi) dan suatu diskriminasi di lingkungan sosial kami.


Hemm....sejenak anganku melayang ke masa2 kami masih sekolah di SMA Negeri disuatu kota di Jawa-Tengah. Temanku itu anak yang cerdas dan sangat taat beribadat, pergaulannya juga luas. tidak terbatas pada teman2 yang se iman. Bila ada teman yang beragama lain merayakan hari besarnya, sudah bisa dipastikan temanku itu akan mengucapkan selamat pada keesokan harinya. Demikian juga bila dia merayakan Hari raya Idul Fitri dia pasti akan mengundang semua teman2 nya (satu kelas) untuk berhalal bilhalal dirumahnya, dengan tanpa memandang agama dan kepercayaan teman2nya. Dia ini memang istimewa....Tidak heran kalau sekarang dia begitu tertekan dengan adanya kekisruhan berkaitan dengan pelarangan menggunakan jilbab di negara dimana dia sedang menimba ilmu.

Kemudian email itu ku balas malam itu juga, begini balasanku :

Dear sohib ku,
di tempatku bekerja tidak ada larangan bagi muslimah untuk mengenakan jilbab, juga tidak ada peraturan yang mengharuskan muslimah mengenakan Jilbab saat bekerja. Semua dikembalikan kepada keyakinan masing2. Demikian juga para 'client' tidak mempermasalahkan apakah kami ada yang ber jilbab atau bukan, karena memang institusi tempatku bekerja tidak pernah membeda-bedakan siapapun mereka yang membutuhkan pertolongan,karena memang tujuan nya adalah demi "kemanusiaan". Percayalah selama rasa kebersamaan, saling menghargai dan saling mengormati sebagai sesama manusia yang menyembah Yang Maha Esa tetap terpelihara baik, maka tidak akan ada rasa ke kawatiran sedikitpun seperti yang terjadi di negara tempatmu menuntut ilmu.

Bahkan aku sering terkejut dengan beberapa rekan sejawat perempuan muslim yang biasanya tidak ber jilbab, mereka tampak makin menarik, makin cantik manakala suatu saat mereka tampil dengan mengenakan jilbab.
Sabarlah temanku...sebaiknya percepatlah sekolahmu, selesaikan dengan sebaik-baiknya, raihlah cita-citamu, kemudian segeralah pulang kembali ke Indonesia, dan nikmatilah betapa nyaman dan damainya kehidupan antar umat beragama di negara kita.
Salam, Srex.


Bagaimana teman2...surat balasanku di atas...?

Rabu, Mei 05, 2010

Membuka Kotak Pandora

kita semua kepingin, semua orang itu baik. Sehingga hidup kita akan selalu tenang dan nyaman. Ada rasa aman dan tak perlu kuatir terhadap kejadian yang akan membahayakan diri kita juga keluarga kita. Tapi kenyataannya…… tidak pernah ada dalam sejarah manusia, dimana dunia hanya terdiri manusia yang baik semua……... Pasti akan muncul suatu kejahatan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, dan mengakibatkan penderitaan bagi sesama.

Aku jadi teringat kisah kuno dari Yunani tentang kotak Pandora. Merupakan kotak (Vas) tertutup yang di buat oleh dewa Zeus. Cerita singkatnya begini :
Mitologi Yunani menceritakan bahwa dahulu api hanya boleh dimiliki dan digunakan oleh dewa, Manusia tidak boleh memilikinya, bahkan memanfaatkan faedahnya pun merupakan pantangan. Ada raksasa /Titan yang bernama “Prometheus” yang diam-diam mencuri api tsb dan menyerahkannya pada manusia. Api tersebut berupa kilatan api petir yang biasa di genggam oleh Zeus. Akhirnya pencurian ini diketahui oleh para dewa. Sebagai Komandan Jendral Dewa, Zeus harus mengambil sikap terhadap tindakan pencurian api ini yang menimbulkan kemurkaan para dewa, karena salah satu bentuk kekuasaan terpenting milik mereka jatuh ke tangan manusia. Kegelisahan semakin memuncak karena tersiar kabar bahwa manusia akan mengambil alih kekuasaan para dewa, dengan merebut semua kekuasaan dan kesaktiannya.

Dipuncak Gunung Olympus yang diselimuti salju abadi, para dewa melakukan sidang, Zeus akhirnya memutuskan akan mengambil langkah cegah dan tangkal terhadap niat manusia itu, caranya sangat cerdik dan aneh. Zeus menyuruh salah seorang dewa bernama “Hephaestus” yang ahli dalam hal seni dan keindahan untuk menciptakan makhluk yang berupa manusia dan berjenis kelamin perempuan. Makhluk ini diberinya nama “Pandora”. Perempuan bernama Pandora ini sangatlah cantik dan memiliki semua symbol keindahan/kemolekan/sensualitas dari seorang wanita. Pandora di kirim ke bumi dengan membawa hadiah dari Zeus berupa Kotak (Vas) yang sangat indah dengan diberi pesan supaya jangan dibuka.

Pandora akhirnya di peristri oleh adik Prometheus (si pencuri api), adiknya bernama “Epimetheus”. Prometheus yang curiga terhadap rencana busuk para dewa, kemudian memperingatkan adiknya supaya berhati-hati terhadap perempuan Pandora istrinya. Kotak misterius pemberian Zeus disimpan dengan hati2 oleh Pandora. Namun lama kelamaan Pandora tidak dapat menahan hati untuk melihat isi kotak tersebut….sampai akhirnya suatu saat Pandora membukanya…dan…keluarlah semua isi kotak tersebut berupa ……: Kejahatan, kesedihan, kemalangan, kemurungan , bibit penyakit dan segala penderitaaan bagi umat manusia seisi dunia….Pandora begitu ketakutan dan menyesal karena telah melanggar larangan Zeus. Pandora tak kan mampu memasukkan semuanya kembali kedalam kotak. Dengan menahan rasa sedih dan penyesalan yang luar biasa, Pandora menjerit, merintih….Pandora menangis…..dia kecewa pada dirinya………..Beberapa saat kemudian di raihnya kotak tersebut dan dilihatnya….. didalamnya masih terdapat satu benda yang tersisa di sudut kotak itu…benda itu bernama “Harapan”.
Pandora memiliki pilihan : (1) Akankah dia akan menutup kotak itu saja sehingga harapan akan tetap terpendam selamanya..?....atau (2) Meraih harapan tersebut agar manusia dapat memiliki semangat dan kekuatan mengatasi segala penderitaan, kesedihan, kemurungan dan kesakitan yang ditimbulkan akibat dibukanya kotak tersebut…?.

Ahh……. teman-teman tahu sendiri kan jawabannya…..

Cerita kuno lebih dari 2000 tahun yl tersebut buatku masih relevan sampai sekarang, manusia perlu memiliki harapan. Sesulit apapun dan sehancur-hancurnya situasi dan kondisi, selama masih tetap memiliki harapan, maka semangat tak kan padam, untuk selalu mencari cara mengatasi persoalan2 hidupnya.

Senin, Mei 03, 2010

Kisah si Kolektor Gelar Akademik

Beberapa hari yang lalu di sela-sela mengikuti acara seminar yang di selenggarakan oleh suatu institusi kesehatan di kota Solo.
Aku kebetulan datang terlambat, di kartu undangan tertulis pukul 12.00 – 17.00. Tapi karena memang lagi banyak kerjaan jadi aku baru bisa datang pukul 13.00.

Undangan yang hadir tampak cukup banyak, bahkan aku sendiri sampai menunggu dicarikan tempat duduk oleh panitia sponsor yang kebetulan dari perusahaan /produsen obat yang cukup bonafid. Aku di tempatkan di baris ke 3 dari depan karena memang hanya kursi itu yang paling mudah di jangkau dari arah pintu masuk. Aku mengucapkan terima kasih pada mbak2 yang mengantarku. Setelah aku duduk, kulayangkan pandanganku ke sekeliling untuk melihat situasi. Tampak banyak teman2 sejawat yang memang ku kenal, baik di barisan depanku maupun yang dibelakangku Baris paling depan memang dikhususkan buat para pembicara/ nara sumber dan para kolega yang sangat senior, rata2 sudah berusia diatas 50 tahun dengan seabreg gelar di depan dan belakang namanya. Kebetulan di sebalah kiri dan kananku sama kolega yang menurutku se level Cuma lebih senior dikit dilihat dari usianya , tapi nggak masalah karena mereka juga nggak begitu kenal aku jadi kita sama2 cuek aja..hehehe….

Saat memasuki sesi break…para peserta termasuk aku berangsur menuju ke meja tempat kami sejenak menikmati kopi beserta beberapa panganan / camilan….sekalian jalan2 berkeliling melihat-lihat stand2 pameran dari si produsen yang memamerkan produk2 nya, sekalian mengisi absen buat doorprize. Saat lagi asyik ngobrol dengan seorang penjaga stand, aku didekati oleh seorang teman sejawat yang kebetulan tuan rumah acara ini. Sambil bersalaman dia berkata “ wah mas…sampeyan naik pangkat yaa….”. Aku terdiam sebentar mencoba mencerna kalimatnya…” emang kenapa mas…?, kok ngomong gitu…?. Terus sambil merendahkan suaranya dia berkata “ tau nggak mas…kamu itu duduk di baris depannya Prof, DR,Dr, Obelix SpPD-KGEH, Msc. (nama disamarkan)…”.
Aku langsung jawab “ O ya tho…? Terus kenapa…? kan bukan aku yang milih kursi itu...?“. Temanku melanjutkan “ Prof Obelix duduk disebelahku mas, terus dia nanya ke aku tentang mas…ya aku jawab aja apa adanya….terus dia bilang kalo mas Srex itu nggak sopan…harusnya mempersilahkan yang lebih senior untuk duduk di kursi mas Srex dulu…kalo nanti yang senior menolak, baru nanti mas Srex boleh duduk di kursi itu…gitu mas…sorry..aku ngomong apa adanya, biar mas Srex tahu, kalo perlu mumpung lagi break…mas Srex cari aja Prof Obelix..terus minta maaf aja..biar besok2 nya nggak berbuntut…Bahaya mas…kalo sampai di musuhi Prof Obelix…..”.

Mendadak kopi yang kuminum terasa hambar, perutku terasa mual……Ternyata di dunia profesi yang di huni oleh orang2 yang mengagungkan Logika , mengagungkan update ilmu pengetahuan dengan Gelar akademis berderet deret…masih saja mengedepankan budaya “non ilmiah” yang menurutku terkesan aneh….tapi memang begitulah kenyataannya… hal2 yang berkaitan dengan tradisi, adat istiadat, sopan santun budaya setempat sering terbawa-bawa didalam “menilai seseorang di forum yang ilmiah”.

Apakah ini yang disebut sebagai Budaya kolot…? Feodal….? Ahh…yang jelas aku cuek aja… kucari salah seorang nara sumber yang juga memiliki full gelar akademis, kebetulan beliau adalah “Guru” ku…Kuajak dia duduk di sebelahku…di sela2 seminar kami sempatkan bisik2 ngobrol dengan akrabnya….beberapa saat kemudian “secara tak sengaja” ku layangkan pandanganku kearah kursi Prof Obelix…dia membalas tatapanku…sambil tersenyum…sopaaaannnn sekaliiii……dasar…!!!!...hehehe….

Sabtu, Mei 01, 2010

Pak Asyangar dan Mbah Dukun

Pak Asyangar merapikan kancing atas jaketnya, kemudian menaiki sepeda motor dinas kebanggaannya, Honda GL Pro pelat merah. Sebelumnya setelah menikmati makan malam bersama istrinya, Pak Asyangar berpamitan kalau ada undangan rapat malam Jumat-an di rumah kolega nya sesama Lurah di desa tetangga.

Sambil menikmati sejuknya udara malam, Pak Asyangar menyusuri jalan setapak di tepi sawah, sepanjang empat kilometer dengan diselingi beberapa jembatan kecil. Langit tampak gelap gulita, tanpa bintang maupun bulan. Tapi suasana inilah yang sebenarnya di inginkan oleh Pak Asyangar….sepi sunyi dan tak perlu di ketahui siapapun mau kemana dia pergi.
Sampai di ujung Desa, diarahkannya sepeda motor menuju jalan sempit menuju kuburan desa……..Limaratus meter melewati kuburan, Pak Asyangar membelokkan sepeda motornya memasuki halaman sebuah rumah. Diperhatikannya rumah yang tampak gelap , rumah tersebut berbentuk joglo, tua dan muram. Terlihat bayangan cahaya temaram lampu teplok di belakang pendopo (ruang utama).

Sambil mengucapkan salam, kemudian Pak Asyangar memasuki rumah tersebut dan langsung menuju ke ruangan dalam nya.
Sebentuk wajah laki-laki tua, mengenakan pakaian terbuat dari kain lurik,bercelana hitam komprang menyambutnya. Diamatinya wajah Mbah Jumar dengan seksama…yaah…sudah dua tahun yang lalu tak kala pemilihan Lurah, Pak Asyangar terakhir bertemu untuk memohon dukungan secara mistik. Kali ini dia memiliki agenda lain. Sambil tersenyum sopan Pak Jumar mempersilahkan Pak Asyangar memasuki ruang Padepokan, alias ruang praktek Pak Jumar, mbah Dukun konsultan spiritual Pak Asyangar.
sesaat kemudian pak Asyangar selesai mengutarakan maksud kunjungannya. Mbah dukun kemudian menaburkan sejumput kemenyan dan ratus ke bara api di hadapannya, sejenak menutup mata dan mulutnya berkomat-kamit merapal mantera. Pak Asyangar memperhatikan dengan seksama…gumpalan2 asap yang berbau menusuk bergulung-gulung menyelimuti mereka berdua. Tangan mbah dukun terbuka lebar….keringat tampak berkilat di jidat nya….nafas mereka berdua memburu dengan kencangnya…Pak Asyangar menantikan dengan tegang apa yang akan terjadi berikut nya.

Lima menit kemudian asap kemenyan perlahan sirna…mbah Dukun kemudian membuka matanya, tersenyum dan berkata...” mas Lurah…perempuan yang anda temui di ruang Balai desa itu bukan mbak Ranee…tapi mbak Kuntilanak yang memang menunggui balai desa. Dia sering menyaksikan perbuatan masyuk kalian berdua…sehingga mbak Kunti akhirnya tak kuat menahan nafsu birahinya sehingga dia terangsang untuk mencicipi nikmatnya permainan mas Lurah….”. Pak Asyangar sontak merinding…membayangkan dirinya berciuman dengan mbak Kunti…yiach..!!! “ Lalu apa yang kudu saya lakukan mbah…supaya mbak Kunti nggak ikut campur urusan saya dengan Ranee…?”. Sambil berdehem lirih mbah Dukun menjawab “ Paling aman ya mas Lurah melakukannya di Hotel atau penginapan saja…tinggal chek inn kan beres…nggak ada resiko diganggu mbak Kunti…”. Pak Asyangar menyambung “ tapi kalau di hotel saya takut ketahuan orang mbah…kan saya orang yang terkenal..nanti kalau istri saya tahu bisa panjang urusannya…bisa2 di pecat saya dari PNS nya mbah….”. Mbah dukun manggut2 sambil mengelus-elus jenggot putihnya yang di kliwir…..” Ya sudaahhh…begini saja….ini saya beri buah mentimun, sudah saya isi dengan jopa-japu mantera ….besok2 kalau mas Lurah mau ber asyik-asyikan dengan mbak Ranee…letakkan saja buah mentimun itu di pojok tembok balai desa dekat pintu belakang…saya jamin mbak Kunti tak akan mengganggu permainan kalian…bagaimana…setuju kan…?

Mata pak Asyangar berkilat dan hatinya terlunjak senangnya “ wah…terima kasih mbah…terimakasih sekali…sebenarnya saya nggak masalah kalau ada mbak Kunti dibalai desa…asal nggak mengganggu acara rapat saya dengan Ranee…hehehe…” pak Asyangar ketawa nakal….
Setelah menyerahkan amplop sebagai tanda terima kasih kemudian Pak Asyangar berpamitan pulang. Di Pacunya sepeda motor dengan kecepatan tinggi, hatinya terasa senang dan bahagia…akhirnya didapatkannya solusi untuk melancarkan hubungan gelap nya dengan mbak Ranee…sik..asiiikkk…hehehe….

Sesampainya di halaman rumah, tampak bu Asyangar berada di teras menyambutnya, pak Asyangar merapatkan kancing saku jaketnya menyembunyikan buah Timun pemberian mbah Dukun. Bu Asyangar berkata “ mas…kopi nya masih anget, ada pisang goreng kepok kuning di meja depan TV, kalau udah selesai nonton Bola nyusul aku di kamar yaa….xixixi…Bu Asyangar tersenyum genit sambil menggoyangkan pinggulnya maju mundur….Pak Asyangar ikut masuk kamar sambil ketawa cengar-cengir…” iya Bu…siiip laah...tak ganti kaus dulu bola nYa bentar lagi main…”.

Kokok ayam jantan membangunkan Pak Asyangar…Sambil mengucek-ucek matanya, Pak Asyangar bergumam…” ahh…aku ketiduran lagi di depan TV…huh….”, sambil beringsut menuju kamar mandi dilewatinya dapur…tampak Bu Asyangar sedang sibuk menyiapkan sarapan, diperhatikannya sejenak…ada yang beda, Bu Asyangar tampak segar…habis mandi, rambutnya basah habis dikeramas….sambil tersenyum manis Bu Asyangar berkata….”Mas…mas ini pinter deh…”. Pak Asyangar dengan wajah blo’on menyahut…”pinter apaan Bu…” Bu Asyangar menyahut…” Itu loh…timun yang mas bawa tadi malam, bentuk sama ukurannya lebih gedhe daripada punya’ mas…aku udah nyobain…ternyata enak juga loohh…aku bisa dapet dua kali xixixi…..tuuh. .sekarang ada di meja….”. Pak Asyangar serasa di sengat Kalajengking. .dilihat nya timun dari mbah dukun tertata rapi di piring nasi goreng.....dengan irisan tipis....ber-aroma acar……..hehe…..