Sabtu, Desember 26, 2009

Selamat Tinggal...

Tak terasa sudah satu setengah tahun usia blog 'A thing of beauty is a joy forever', dan posting ini adalah yang ke 145. Hmm..,tak terasa memang. Berbagai topik sudah kutulis, opini2 tentang2 berita2 yg sedang up to date, cerita tentang keluargaku, skenario2 operet, dialog tentang kura-tiram, info kesehatan, humor, politik dll. Memang tulisan2ku sangat bervariasi, tapi bila diamati secara teliti, pada akhir tulisan2 ku pasti ada 'gong' nya. Entah itu berupa pesan moral maupun sekedar humor belaka...tapi ku usahakan humor yang cerdas.
Ada terbersit gagasan untuk menerbitkan tulisan2 dalam bentuk buku, seperti hal nya blog 'Rumah Kayu' nya mas Kuti - mbak Dee...Tapi ahh.,rasanya belum pantas. Nampaknya aku cukup puas dengan apa adanya blog ini...yang pasti aku sudah menuliskan di surat wasiatku kepada anak2ku untuk tetap memelihara blog ini, seandainya terjadi 'sesuatu' pada diriku sehingga tak mampu nge-blog lagi. Pasword email dan blog sudah kutuliskan sekalian.
Sebentar lagi kita memasuki Tahun yang baru, tahun 2010. Semoga kebersamaan kita sebagai sesama blogger tetap terjalin dengan semakin erat. Ku ucapkan terima kasih kepada semua sahabat2 bloggerku yang tersayang...yang telah rela meninggalkan jejaknya dalam bentuk komen-komen yang bagiku sangat bernilai...sebagai pemicu kreatifitas dan semangat untuk tetap eksis di dunia blogger.

Akhir kata, ku ucapkan selamat tinggal tahun 2009...selamat datang tahun 2010.
Salam sayang dan doa penuh kasih untuk sahabat2ku semuanya.
Sampai Jumpa......

Senin, Desember 21, 2009

Sejarah blog “A Thing of Beauty is a Joy Forever” (suatu refleksi menjelang akhir tahun)


Pada awalnya aku membuat akun blog di blogspot hanya karena kebetulan saja. Memang selama ini aku terbiasa berselancar di dunia maya, tetapi sekedar mencari data2 yang berkaitan dengan ilmu yang ku miliki, membuka situs tentang sejarah dunia, Iptek juga politik , yang kadang di akhiri dengan membuka situs2 “x”. Sampai suatu saat aku melakukan random searching dan menemukan suatu blog milik seorang bloggernita yang menulis artikel2 tentang puisi yang menurutku sangat indah, namun aku belum berani memberikan komentar walaupun sebenarnya bisa sebagai anonym. Akhirnya kucobalah membuat akun blogger sendiri tanpa panduan siapapun. Blogger tersebut mungkin tidak menyadari kalau aku membutuhkan waktu untuk memberi komen dan mengajak berkenalan.

Pemilihan nama/judul blog ku dengan “A thing of Beauty is a Joy forever” berdasarkan inspirasi yang ku peroleh saat aku menemukan buku Sayap-Sayap Patah (K.Gibran) milikku saat aku masih SMP yang telah lama hilang terselip. Ternyata saat kubaca ulang, disalah satu halaman tersebut terdapat catatan kaki yang ditulis oleh ayahku (alm), sbb ; A thing of Beauty is a Joy Forefer-Keats. Saat itu aku merasa penasaran kenapa ayahku memberikan catatan kaki pada kalimat di halaman tersebut. Aku kemudian lakukan brows di google dan muncullah suatu puisi yang di tulis oleh John Keats, seorang pujangga berasal dari Negara Inggris dengan puisinya yang terkenal dengan judul tersebut.

Penggalan kalimat milik Gibran yang di beri catatan kaki oleh ayahku, yang kemudian kujadikan nama judul blogku adalah sbb :

“Seorang wanita yang telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya dapat kita pahami dengan cinta kasih, dan hanya dapat kita sentuh dengan kebajikan, dan jika kita mencoba melukiskan wanita demikian itu, ia pun menghilang seperti kabut”. (the broken wings, K.Gibran)

Kupersembahkan kalimat Gibran diatas kepada blogger yang sejak awal telah banyak memberikan “nafas dan inspirasi” pada blog ini…….dan yang sekarang telah menghilang seperti kabut……

Jumat, Desember 18, 2009

Ketik Srex Spasi Jodoh


Heran aku dengan iklan di salah satu stasiun TV swasta kita. Memangnya bisa apa menentukan jodoh hanya dengan berbekal nama dan tanggal lahir…? Bagaimana kalau nama aslinya”Widuri” kemudian berganti saat dewasa menjadi “Tulkinem”…apa ya akan mengakibatkan dia jadi sulit dapat jodoh….? Kayaknya sih iya….hahaha…..Sepertinya kalau jaman sekarang sudah jarang ada anak yang diberi nama “sembarangan” seperti (di Jawa) Tulkiyem, Botok, Kethek, Dobleh, Boncel, Saritem dll….Bisa-bisa enggak mau sekolah anak itu.

Kembali ke iklan di atas, fenomena iklan perjodohan memang tidak bisa di hindari selama masih ada orang-orang yang kebetulan sulit menemukan jodohnya. Entah karena gagal terus dalam proses pendekatannya, atau yang paling apes tidak ada satupun lawan jenis yang mau di dekati untuk membina hubungan yang lebih serius.
Tapi ada juga perempuan atau laki yang justru bingung menentukan mana jodohnya, karena memang mempunyai lebih dari satu pilihan. Ini yang sulit…karena kalau semuanya ternyata memiliki nilai yang seimbang dan sama2 memilik talenta yang bagus…wah….bisa2 waktu habis hanya untuk menimbang-nimbang pilihan tanpa ada keputusan.
Budaya Timur (Jawa) memiliki falsafah yang sudah ada sejak jaman kuno tetapi tetap dianggap relevan dan tetap “up to date”, falsafah yang selalu menjadi pertimbangan dalam mencari dan menentukan calon jodoh, yaitu 3B, “Bibit, Bobot dan Bebet”. Secara singkat maksudnya begini:

1.Bibit : Hendaknya calon jodoh(menantu) memiliki sejarah keluarga yang sehat, bebas dari penyakit keturunan yg berat maupun bebas dari perilaku-perilaku yang menyimpang di masyarakat.
2. Bobot : Hendaknya si calon menantu (jodoh) memiliki status ekonomi/pekerjaan, dan intelektual yang seimbang, sukur-sukur lebih tinggi sedikit bagi calon yang lelaki,sehingga bisa ikut mengkatrol derajat sang besan, kalau terlalu lebar statusnya juga kurang baik, karena akan dikuatirkan nantinya akan menimbulkan masalah.
3. Bebet: Hendaknya si calon menantu (jodoh) memiliki lingkungan keluarga dan sosial yang baik, dimana diperhitungkan juga jumlah anggota keluarga, baik kakak atau adik, maupun keluarga yang ikut bergabung. Demikian juga bagaimana lingkungan pergaulan/sosial nya apakah sehat atau tidak.

Kalau menurut penerawanganku, 3B diatas tidaklah merupakan harga mati, karena untuk yang Bobot dan Bebet merupakan faktor eksternal yang bisa di modifikasi (diperbaiki), sedangkan Bibit inilah yang merupakan faktor internal yang tidak bisa di modifikasi karena terkait faktor keturunan. Jadi Penilaian terhadap Bobot dan Bebet itu sangat relatif.
Untuk yang Bibit memang kita harus berhati-hati, mengingat faktor ini akan terbawa terus sebagai informasi genetika yang tersimpan dalam Gen di Kromosom keturunannya. Banyak sekali penyakit-penyakit yang diturunkan melalui Gen. Belum tentu orang yang sehat secara fisik maupun psikis, didalam gen nya tidak terkandung suatu penyakit keturunan. Kenapa begitu…? Karena bila gen tersebut bersifat resesif (tidak dominan) maka tidak akan muncul penyakitnya, tetapi dia tetap membawa informasi genetika yang cacat. Entah pada keturunan yang keberapa ….bilamana nanti bertemu dengan gen resesif lainnya maka penyakit tersebut akan muncul akibat gen yang cacat menjadi dominan. Beberapa penyakit yang terkait dengan keturunan di antaranya “Down syndrome (idiot)”, Thalasemia (kelainan darah), Astma, Penyakit Duchene (kelemahan otot), Penyakit2 Saraf tepi dan saraf otak, dll….bahkan penelitian terakhir menunjukkan bahwa beberapa jenis penyakit darah tinggi dan penyakit jantung juga dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Kembali ke soal “ketik srex spasi jodoh”, apakah Bibit ini juga ‘mereka’ jadikan pertimbangan untuk menentukan si Jodoh yang tepat. Seandainya tidak, saya kuatir maka akan terjadi suatu penyesalan di kemudian hari …akibat proses memilih jodoh yang seharusnya rasional malah dilakukan secara irrasional…
Memang faktor CINTA sangatlah dominan, tetapi itu saja tidak akan menjamin akan berkembang menjadi suatu rumah tangga yang bahagia dan sehat sentosa. Mendekatkan diri terhadap Yang Maha Esa dengan memohon petunjukNya, dan menggunakan akal sehat yang rasional akan lebih menjamin pilihan jodoh kita lebih mantap……., daripada pilihan si “ketik srex spasi jodoh”.

ps: judul posting saya modifikasi sedikit.

Selasa, Desember 15, 2009

Pelaku Bunuh Diri dan Bom Bunuh Diri

Belum selesai surat kabar dan media massa lainnya mengulas berita tentang kasus bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari suatu mall di Jakarta, sudah disusul dengan kasus baru, sama-sama menjatuhkan diri, tapi dari gedung apartemen, juga di Jakarta, dan korbannya kok ya kebanyakan perempuan muda…hmm…sayang sungguh sayang kalau mereka melakukannya.

Sepertinya aku kawatir nanti seakan-akan menjadi tren bagi para perempuan muda yang sedang dilanda keputus-asaan untuk melakukannya. Seharusnya perlu dilakukan semacam tayangan khusus dari para ulama atau tokoh agama, kalau perlu para Guru dan para Orang Tua untuk berbicara di media massa dan memberikan himbauan secara nasonal supaya jangalah nantinya jatuh lagi korban-korban bunuh diri secara sia-sia.

Kalau kita membaca dari buku2 referensi tentang bunuh diri, pasti akan di jelaskan tentang definsi dan tinjauan secara ilmiah.
Bunuh diri di definisikan sebagai :“perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas permintaannya.”

Dari kalimat diatas sudah dapat disimpulkan bahwa tindakan bunuh diri tidaklah dilakukan atas pengaruh atau anjuran seseorang, bila itu terjdi namanya sudah bukan bunuh diri tetapi pembunuhan.

Tentang alasan (motif) kenapa seseorang melakukan buuh diri, di media massa maupun menurut pendapat para nara sumber yang ahli di bidang ilmu psikologi dan kejiwaan, sering dikarenakan beberapa hal, yaitu :
1. Dilanda keputusasaan dan depresi berat.
2. Cobaan hidup dan tekanan lingkungan.
3. Gangguan kejiwaan / psikopat scizophrenia
4. Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu)
5. Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan dan tidak sembuh-sembuh.

Kalau menurut pembagian ilmu sosiologi yang di anut oleh kebanyakan kurikulum di dunia pendidikan tinggi adalah :
1. egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi),
2. altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain), dan
3. anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan

Bagaimana dengan pelaku bom bunuh diri…? Apakah mereka juga termasuk dalam kategori “ikhlas” bunuh diri…? Atau sebenarnya mereka di bunuh dalam suatu pembunuhan terencana yang di kemas seolah-olah suatu tindakan bunuh diri?

Ahh….aku hanya bisa menduga-duga saja…bahwa pelaku bom bunuh diri itu tidak sama dengan orang2 yang melakukan bunuh diri dengan melompat dari gedung, karena mereka ini tidak mengikut sertakan kematian orang lain. Pelaku bom bunuh diri sebenarnya hanyalah “korban pembunuhan terencana yang ikut mengorbankan (membunuh) orang lain”

Sabtu, Desember 12, 2009

Laki-laki dan 'Gombal'

Posting kali ini terinspirasi dari artikel di blog nya mbak Dee (rumahkayu). Mengisahkan tentang seorang wanita (Shinta/nama samaran) yang menelpon seorang laki2 (Rudy/nama samaran), seorang laki2 yang baru di kenalnya semalam di suatu acara. Malam itu mereka sempat ngobrol bareng, kemudian terlontar tawaran untuk makan siang dan mereka kemudian saling bertukar nomer ponsel. Besok siangnya si Shinta menelpon si Rudy saat jam makan siang, tetapi tanggapan si Rudy seolah-olah lupa atau tidak mengenalnya. Si Shinta kemudian dengan berbagai cara berusaha ”membangkitkan Ingatan ” si Rudy tentang sosok dirinya...tetapi si Rudy seolah-olah sulit mengingat kembali pertemuan mereka.... ”lupa”, akhirnya karena alasan sibuk, acara makan siang batal, entah karena si Rudy sudah lupa, atau ”timing” nya yg kurang pas....akhirnya tinggal lah si Shinta dalam kekecewaanya.
( selengkapnya silahkan ke TKP)

Bukan salah bunda mengandung, bila ada perempuan berkelakuan seperti si Shinta.
Kasus mirip ini beberapa kali terjadi dalam keseharian pekerjaanku, walaupun setting nya berbeda. Pola nya hampir selalu sama, dimana si perempuan “kepincut” terhadap laki2, boleh dikatakan sampai tergila-gila. Aku melihat si wanita tersebut biasanya sedang berada di “persimpangan jalan”, bukan dalam arti harafiah loh…..
Posisi si wanita selalu inferior thd si laki2, dengan seabrek persoalan yang menyangkut kehidupannya. Entah perkawinannya yang tidak bahagia, suami kejam, belum punya anak, konflik dengan mertua, konflik sekolah/pekerjaan atau bisa juga karena ada hambatan akibat kekurangan secara fisik (seperti Shinta).

Pada suatu kesempatan perempuan tsb bertemu dengan laki-laki yg mau ”mendengar”kan keluhannya bahkan memberikan bermacam solusi2 yang membangkitkan semangatnya, maka akan timbul suatu ”keterikatan” secara batiniah yang bahkan bisa dirasakan secara fisik (rangsangan sexual/horny). Biasanya membutuhkan beberapa kali pertemuan untuk menimbulkan akibat seperti itu.

Dalam hal ini belum tentu si laki2 mengalami hal yg sama, dia mau ”berkenalan” mungkin karena memang sekedar berkenalan, atau sekedar menunjukkan kesantunan sebagai lelaki untuk menolong pihak yg lemah atau membutuhkan bantuan (perempuan itu), ego lelaki akan muncul untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah lelaki yg sejati dengan segala atributnya. Ini sering menyebabkan perempuan bahkan yg sudah berkeluarga pun berani melakukan perbuatan nekat untuk mempertahankan hubungannya dengan laki2 yg di kaguminya tsb, dia akan merelatifkan status marital dirinya dan si lelaki, tidak peduli single atau sudah berkeluarga dengan beberapa anak.

Selama si perempuan tersebut tidak terlalu ”nge-srong”, biasanya si laki2 tidak masalah mempertahankan kontak tersebut. Tetapi bila si perempuan tersebut sudah terlalu ”over ” sampai menghubungi nya (terus-menerus) dalam kesibukan pekerjaannya atau di waktu2 senggang nya dengan keluarga, maka si laki2 tsb akan merasa terganggu dan akan menjauh bahkan sampai memutuskan kontak tsb, karena sudah merasa tidak nyaman lagi. Jadi jangan anggap lelaki sebagai tukang nggombal perempuan, tetapi lihat dulu latar belakangnya. Aku tidak yakin si Rudy tidak ingat peristiwa semalam bersama Shinta, dia tidak amnesia, tetapi dia merasa tidak suka, tidak nyaman dan...tidak AMAN dengan ”keberanian” si Shinta menghubungi dia di waktu bekerja nya. Sehinggga dia memutuskan untuk ”lupa” terhadap Shinta...case closed.

Coba si Shinta lebih bersabar sedikit, pandai melihat peluang, mencari kesempatan untuk bertemu lagi secara ”tidak sengaja” dengan si Rudy...pasti kontak akan terjalin lagi dengan lebih baik.. Laki-laki memang diciptakan sebagai ”predator”, mereka menyukai tantangan untuk memperoleh apa yg di butuhkannya, walaupun tantangan tersebut termasuk melawan norma rumah tangga maupun kode etik pekerjaan/kedinasan. Dia tidak suka ”makanan basi siap saji”, mual dan muak rasanya. Kalau perempuan mau belajar memahami sifat laki2....mudah bagi dia untuk menggaet laki2 manapun, tidak harus cantik, sexy, atau cerdas sekali...tetapi beri kesempatan si laki2 untuk ”berburu” dan ”ketenangan” untuk memburu dirinya...pasti kena deh laki2 tsb.

Silahkan teman2 kalau mau ikutan komen....bebas.

Rabu, Desember 09, 2009

Kado…kado….kado

Disadari atau tidak, kita semua pasti merasakan suatu sensasi “tertentu” manakala mendengar kata “kado”...iya kan...? suasana gembira, suka cita pernah kita alami manakala kita mendapatkan kejutan berupa kado atau cendera mata dari seseorang, atau sekelompok orang. Apapun tujuan pemberian kado tersebut, dan apapun bentuknya…pasti akan memicu rasa ingin tahu kita tentang siapa pengirimnya. Bahkan walaupun kita sudah jelas-jelas tahu siapa pengirimnya, kadang masih saja kita belum percaya….mungkin karena senangnya.

Begitu juga bila kita memberikan atau mengirimkan kado kepada seseorang, tentu kita berharap si penerima akan menerimanya dengan suka cita. Karena tujuan pemberian kado tersebut adalah sebagai bentuk “perhatian” terhadap orang yang kita kirimi kado.

Kado yang kita terima atau kita kirim memang kebanyakan bersifat pribadi, biasanya di sertai dengan ucapan2 dan doa-doa pengharapan yang baik, misalnya saat peristiwa ulang tahun, perayaan pernikahan, sunatan , kenaikan jabatan atau mungkin untuk memperingati hari-hari besar tertentu. Bisa kita bayangkan betapa kado kadang merupakan bentuk nyata dari kehadiran “seseorang” , walaupun orang tersebut mungkin berada di tempat yang jauh. Buat kita kehadiran dirinya dalam bentuk kado yang dikirimkannya dapat menjadi pengobat rasa rindu, rasa sayang dan rasa kedekatan-kebersamaan.


Bentuk (isi) dari kado yang kita kirim maupun yang kita terima memang tidak ada aturan yang pakem,bisa berupa makanan, bunga, pernik2 perhiasan, dll, yang jelas pemberian tersebut harus dilandasi dengan rasa ikhlas. Pada dasarnya apapun dapat kita kirimkan sebagai kado…asal sesuai dengan situasi, kondisi dari penerimanya. Apakah kita harus membalas kiriman kado dari seseorang..? itu juga tidak harus dilakukan, karena tidak semua kado harus di balas dengan kado, kadang ucapan terimakasih pun sudah cukup.

Uniknya, pemberian kado bisa juga di pakai sebagai ajang untuk saingan memperebutkan cinta seseorang, entah dari keunikannya, atau mungkin harganya, atau juga keindahannya. Itu wajar dilakukan oleh seseorang untuk memikat lawan jenisnya. Strategi ini memang ampuh, dan sudah terbukti memang benar-benar mustajab…..beberapa dari kita pernah melakukannya kan…?.hehehe…

Saat SMA, aku pernah memperebutkan cinta seorang gadis, teman sekolah.

Malam Minggu,
Sainganku mengunjunginya dengan membawa seikat mawar merah….wow…romantis…!

Minggu pagi,
Aku datang dengan membawa seikat kepiting…..hmm…..lebih realistis….!
Dan....aku yang menang...xixixi......



Ps: ada pengalaman berkesan tentang kado...?

Sabtu, Desember 05, 2009

Putus ………..

Baru saja aku melepas sepatu OR ku sepulang jalan pagi, tak kala ponsel ku berbunyi “tut-tut” sambil bergetar. Waah….baru jam 5 pagi udah ada email masuk nih….ah pasti komen dari blogger atau fesbuk….eh waktu ku lirik sekilas kok email biasa, tumben pagi-pagi……Pengirimnya <#xxxx89@gmail.com>, subyek ; konsultasi.
Waktu ku baca, begini :

“Selamat pagi.
Mohon waktu untuk bertemu, karena saya ingin berkonsultasi mengenai problem yang saya hadapi, akhir-akhir ini semakin membuat kacau aktifitas saya sehari-hari.
Sebelumnya saya perkenalkan diri dahulu :
Nama saya : Yoske. (disamarkan, srex)
Sex : perempuan
Usia : 23 tahun
Status : single
Pekerjaan : Kuliah Semester VII di Fakultas ’x” Universitas ”Uxx” (disamarkan,srex).
Saya mengetahui alamat email anda dari blog dengan artikel yang pernah anda tulis sekitar 1 tahun yang lalu, tentang ”Perkawinan”.
Kebetulan saya berdomisili di kota yang sama. Seandainya anda tidak bisa menemui saya, perkenankan saya untuk konsultasi via email.
Mohon balasannya.
Wassalam......
Yoske. ”

Hemm...Sambil menarik nafas panjang aku berkata sendiri ” mudah2an bukan konsultasi perjodohan lah....kalau soal itu aku bukan ahlinya, biar ku balas aja dan konsultasi via email juga kayaknya lebih praktis”.

Memang bukan kali ini saja ada orang yang mengirim email berkaitan dengan posting2 ku, yang paling banyak adalah yang berkaitan dengan postingku tentang ”santet”...bahkan sampai sekarang masih aja ada yang kirim email berkaitan dengan santet....hehehe....tapi ya mau gimana lagi...itu udah konsekwensi dari mem’publish’ tulisan..... ya kudu berani jawab...ya enggak.

Nah buat posting tentang ”perkawinan” itu, sebenarnya cuma tulisan ala kadarnya hasil dari opini2 pribadiku sendiri, jadi bukan merupakan suatu tulisan hasil dari riset/penelitan atau merupakan kopi-paste artikel2 milik orang lain.

Setelah beberapa kali berbalas email dengan mbak Yoske akhirnya terkuak masalahnya. Si Yoske sedang mengalami ”sindroma patah hati”,ditandai dengan pikiran bingung dan kacau, sulit tidur, nafsu makan hilang, haid tak teratur, mual-mual, leher tegang , kepala pusing,dan suasana hati sedih terus. Padahal saat ini dia sedang dalam tahap akhir menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusannya. Betapa kacau nya dia, justru menjelang akhir kuliah dia harus menghadapi kenyataan diputus oleh pacarnya karena harus menikahi wanita pilihan orang tua nya. Mereka sudah berpacaran selama dua tahun, dan hubungan mereka katanya sudah ”jauh”.Sebenarnya masalah ini klasik sekali, mungkin ada juga beberapa di antara kita yang mempunyai pengalaman tentang masalah ini, entah pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Tapi masalah si Yoske lebih parah lagi karena sang pacar adalah anak lelaki dari salah satu ”Dosen pembimbing skripsi ” nya........

Ini yang membuatku ikut prihatin , karena sebenarnya ada dua masalah besar, yaitu masalah dia putus dengan pacarnya dan masalah dia berkaitan dengan skripsi nya. Jujur saja aku tidak bisa memberi saran yang mampu menuntaskan masalah ini, karena yang jelas si Yoske merasa tidak sanggup untuk meneruskan skripsi dan kuliahnya lagi. Waduuuhh.....gimana nih, sudah kehilangan pacar...masa’ masih harus kehilangan kesempatan meraih gelar S1 nya...efek samping yang berat memang. Pada prinsipnya sih aku menganjurkan dia untuk menomor satukan skripsinya dahulu dengan berusaha sementara mengabaikan masalah putus dengan pacarnya. Tapi yang paling menyakitkannya adalah sebentar lagi pacarnya akan menikahi wanita itu.
Sampai email yang ke 7, diakhir surat dia bertanya : Apakah sebaiknya saya ambil cuti dahulu?
Hmm.....belum ku balas...jujur saja aku tidak punya kata-kata bijak untuk melegakan hatinya.
Ada saran...?

Kamis, Desember 03, 2009

Mbak Ranee dan mulut - bibir yang indah

Kamar itu berukuran 3 x 2,5 meter, berlantai plester semen dan berdinding papan, plafon dari lembaran triplek yang dipakukan pada kayu usuk. Terdapat jendela yang mengarah ke halaman samping, dengan kain korden motif kembang berwarna merah jambu. Di sudut kamar terdapat almari pakaian terbuat dari plastik, dan di dinding dekat jendela terletak dipan berukuran sedang, tempatnya beristirahat malam hari melepaskan lelah setelah seharian berjualan di warung kopinya.

Mbak Ranee baru saja selesai mandi, jam 4 pagi tadi dia sudah bangun dan kemudian ke dapur untuk menggoreng pisang dan panganan lainnya. Biasanya membutuhkan waktu paling tidak 2 jam untuk mempersiapkan semua keperluan dagangannya. Kopi Kapal Api special, gula pasir, gula kelapa, susu krimmer, susu skim, panili, teh celup Sosro, coklat bubuk wind mollen semua sudah lengkap tersedia. Nanti tinggal dia campur sebagai aneka kopi istimewa racikan spesial mbak Ranee.

Pagi ini mbak Ranee merasakan bahwa dirinya begitu nyaman, begitu segar dan sehat. Disapukan bedak ke pipinya dan diberinya perona merah dengan tipis. Mbak Ranee memiliki bentuk wajah oval, dengan kulit yang putih bersih sehingga dia tidak perlu memakai bedak terlalu tebal, cukup di sapukan tipis2 saja. Hidung nya yang mancung dan bibir tipis nya merupakan bagian wajahnya yang paling menarik. Mbak Ranee menyadarinya bahwa dia sebenarnya memiliki wajah dan bentuk tubuh yang tidak kalah dengan artis “Aura Kasih”….Cuma nasibnya saja yang berbeda, dia cukup menerima bekerja sebagai pemilik warung kopi di sebelah Balai Desa.

Sudah berjalan dua tahun usaha warung kopinya, dan pelanggannya tidak hanya orang2 kelurahan tetapi juga anak2 sekolah dan orang2 yang kebetulan ada urusan dengan kelurahan. Bahkan akhir2 ini banyak juga sopir2 maupun pemuda2 yang meluangkan waktunya untuk menikmati kopi mix racikan mbak Ranee. Dia menjual kopi nya dengan harga bersahabat. Untuk segelas kopi hitam dia kasih harga Rp 1500,- sedangkan untuk yang kopi-krimer Rp 2000,-, untuk racikan istimewanya yaitu Mokacino dan Starbak ala mbak Ranee (meniru merek Starbucks yg pernah di bacanya di iklan koran) dijual Rp 3500,; per gelasnya. Justru kopi Starbak-mbak Ranee inilah yang paling laris. Sehari bisa dia jual antara 20-30 gelas kopi Starbak , belum kopi yang lainnya. Kelihatannya sih dagangannya sepele saja, tetapi ternyata mbak Ranee dalam sehari kerja dapat memperoleh keuntungan bersih sampai 100 ribu perak. Uang yang didapatnya di tabung dan sebagian untuk membeli keperluan2nya sebagai perempuan muda.

Pak Asyangar sebagai Kepala Desa menyukai kopi Kapal Api hitam biasa dengan tiga potong pisang goreng kapok kuning. Mbak Ranee sudah begitu hapal tentang racikan kopi kegemaran Pak Asyangar terutama komposisi kopi dan gula nya, bahkan cara menyeduhnya pun pak Asyangar beda, dia selalu minta supaya kopi tersebut di seduh dengan air panas mendidih di atas saringan. Jadi buka kopi tubruk seperti biasanya. Mbak Ranee menyukai cara menyeduh kopi ala Pak Asyangar, justru bermula dari itu lah maka timbul benih-benih cinta diantara mereka.

Hubungan mereka sudah berlangsung hampir satu tahun ini, dan selama ini berjalan dengan aman2 saja. Walaupun sebenarnya mbak Ranee lebih suka kalau dia di lamar sekalian dan di jadikan istri ke dua Pak Asyangar, tetapi dia belum sampai hati untuk memintanya, lagian dia kawatir dan takut dengan kemarahan dari Bu Asyangar.Biarlah semua berjalan apa adanya dulu…demikian pikiran mbak Ranee.

Polesan lipstick baru saja dirasakannya sempurna, warna merah muda dengan sedikit lipgloss…mmmm…mbak ranee tersenyum senang, dia selalu suka memakai lipstick pemberian Pak Asyangar, oleh2 waktu pulang dari jalan2 ke saudaranya di Natuna sana, sekalian mampir ke Singapore untuk wisata.


Diperhatikannya mulut dan bibirnya yang indah. Sejenak kemudian mbak Ranee berbicara dalam hati “ Bibir dan mulutku memang begitu indah” , dia tersenyum lebar dan melanjutkan “ Akan ku jaga baik-baik agar dapat selalu tetap indah. Sedetik kemudian mbak Ranee mengatupkan kelopak matanya, dia teringat dengan salah satu kalimat dalam surat cinta yang pernah di berikan pak Asyangar kepadanya “ Keindahan dan kecantikan baru bermakna kalau dapat memberikan kebahagian bagi orang2 di sekelilingnya”. Mbak Ranee terkesan dengan kalimat itu. Kemudian sambil menyisir rambutnya mbak Ranee berkata lagi “ Tentunya apa yang keluar dari mulut seseorang juga akan menentukan indah atau buruknya seseorang….ahh…aku harus selalu berhati-hati dalam berbicara…., tidak boleh asal “ngecap”….orang 2 akan menilai diriku justru dari apa yang keluar dari mulutku, omongan yang menyakitkan tak ubahnya dengan meludah….”. Mbak Ranee menimbang-nimbang sebentar apa yang baru di pikirnya……, Kemudian sambil tersenyum malu mbak Ranee berkata “ Demikian juga dengan apa yang masuk kedalam mulut kita….xixixi…” sambil mengingat pertemuan rahasianya dengan Pak Asyangar tadi malam di keremangan balai desa.